Trump Incar Vietnam, Kepala Biden Semakin Pusing

Eksposisinews – Seolah tak mau menyerah, Presiden Amerika Serikat kembali berulah meski sudah berada dipenghujung kekuasannya. Trump yang dijadwalkan angkat koper dari Gedung Putih pada Januari 2021 menarget salah satu mitra dagangnya dan kali ini korbannya adalah Vietnam.

Geliat ekonomi Vietnam yang cukup baik ditanggapi negatif oleh AS, dimana minggu lalu Departemen Keuangan AS menyebut negara tersebut sebagai manipulator mata uang.

Hal ini berdasarkan penyelidikan kamar dagang AS (USTR) mengenai praktek penyesuaian mata uang, dimana dampaknya perusahaan-perusahaan AS yang mengimpor barang dari Vietnam akan terkena tarif yang jumlahnya cukup besar.

Hasil dari penyelidikan akan diumumkan bersesuaian dengan tinjauan yang dilakukan Departemen Keuangan sebelumnya, pada 7 Januari tahun depan. Jika hasilnya menyatakan Vietnam memang melakukan manipulasi mata uang, maka Amerika akan membalas dengan menjatuhkan sanksi.

Laporan Departemen Keuangan AS pada 16 Desember lalu menguak bahwa Vietnam dan Swiss telah melebihi ambang batas manipulasi mata uang yang jumlahnya tiga kali. Kedua negara telah melakukan intervensi di pasar valuta asing dan surplus transaksi berjalannya melebihi 2% dari PDB dan surplus perdagangan lebih dari $20 miliar terhadap AS.

Pada 10 bulan pertama tahun 2020, nilai impor perusahaan AS dari Vietnam tembus $65 miliar dibandingkan satu tahun sebelumnya sebesar $66,6 miliar. Sanksi tarif sendiri berpotensi menghantam penjualan produk baju, sepatu, perabotan dan elektronik AS yang nilainya lebih dari $400 miliar.

Bagi Biden, kebijakan ini adalah masalah karena ketika memasuki Gedung Putih maka ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan bisa saja Vietnam ikut melancarkan serangan balasan.

Beberapa minggu yang lalu Trump kembali mencekal produsen chip asal China, SMIC dan produsen dron SZ DJI Technology dan memasukkan perusahaan tersebut ke daftar hitam teknologi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here