The Fed

Eksposisinews – Federal Reserve (The Fed) akan kembali menentukan arah kebijakan suku bunga pada pertemuan kali ini, di tengah keraguan pasar apakah bank sentral AS ini akan kembali menaikkan suku bunga mengikuti ekspektasi pasar, kembali mempertahankan suku bunga.

Sebelumnya, para pejabat penting the Fed telah mengindikasikan bahwa langkah bank sentral untuk menstabilkan ekonomi melalui kenaikan suku bunga tampak sudah terlihat dengan kondisi ekonomi dan pertumbuhan lapangan kerja yang semakin stabil .

Namun, perhatian kali ini akan tertuju pada pasar obligasi, dengan yield obligasi 10 tahun sentuh level tertinggi di lebih dari dua dekade terakhir pada pekan lalu. Pasar obligasi juga memiliki peran yang tak kalah penting terhadap pertumbuhan ekonomi, karena menjadi dasar bagi suku bunga lainnya, termasuk hipotek dan utang korporasi, serta memengaruhi pasar saham.

Sejauh ini, the Fed telah menaikkan suku bunga dari hampir nol hingga lebih dari 5,25% dalam 19 bulan terakhir dalam upaya untuk mengendalikan inflasi, meski hal tersebut hanya mengontrol suku bunga jangka pendek. Sementara target mereka adalah menjaga inflasi tahunan di sekitar 2%.

Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga telah berkurang drastis, meski harapan satu kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun masih ada. Namun, jika suku bunga tetap tinggi, hal ini justru meningkatkan biaya pinjaman yang telah diberlakukan oleh The Fed untuk konsumen dan perusahaan.

Sikap “Dovish” the Fed belakangan ini menghentikan kenaikan suku bunga di pasar obligasi, dengan yield obligasi AS 10 tahun turun ke skitar level 1.90%. Kemungkinan besar, Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, akan mempertimbangkan opsi kenaikan suku bunga sambil terus memantau kondisi ekonomi dan pertumbuhan sektor lapangan kerja.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini