dr. Imran Pambudi, (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular), Asnawi Mangkualam (Timnas PSSI), Andreas Gutknecht (Presiden Direktur, PT. Takeda Innovative Medicines) dan Dr. Sukamto Koesnoe (Ketua Satgas Imunisasi Dewasa) dalam kegiatan sosialisasi #Ayo3MplusVaksinDBD di Jakarta pada Minggu (10/09/2023).(Dok.Takeda)

Eksposisi News, Jakarta – Takeda Innovative Medicines bersama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Kementerian Kesehatan melakukan kegiatan seminar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) dan perlindungan yang lebih komprehensif. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (10/09/2023) di Jakarta sekaligus sebagai peringatan Hari Olahraga Nasional.

Kasus DBD ini memang masih menjadi perhatian karena berpotensi menjangkit semua orang tanpa terkecuali. Masyarakat Indonesia memiliki risiko terkena DBD tanpa melihat usia, tempat tinggal, dan gaya hidup. Bahkan sepanjang tahun 2021, tercatat 95.895 kasus demam berdarah dengue dan 36,10% penderita berasal dari golongan produktif, yaitu berusia 15-44 tahun.

Data terkini dari Kementerian Kesehatan diketahui bahwa dari awal tahun sampai dengan minggu ke 32 tahun 2023, adalah 56.185 kasus (IR: 20,44/100.000 penduduk) dan 409 kematian (CFR:0,73%). Kasus dilaporkan oleh 462 Kab/Kota di 34 Provinsi. Kematian DBD tersebar di 173 kabupaten/kota di 32 provinsi.

dr. Imran Pambudi, MPHM Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Saat melakukan paparan terkait situasi kasus DBD di Indonesia, ia menyuarakan dukungan yang dilakukan bersama Takeda.

“Saat ini, kasus DBD masih terus mengalami peningkatan dan masih menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia sepanjang tahun. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan angka kasus DBD yaitu kurang dari 10 per 100.000 penduduk pada 2024 dan akan menuju nol kasus kematian pada 2030. Tentunya kami sangat mendukung upaya Takeda untuk menanggulangi kasus DBD dengan adanya vaksin sebagai bagian dari perlindungan komprehensif terhadap DBD”, jelasnya.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa, Dr. Sukamto Koesnoe dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menggarisbawahi pentingnya kesadaran akan bahaya DBD ini dan bagaimana kita dapat melindungi diri kita sendiri serta orang yang kita cintai.

“Vaksin dapat membantu tubuh untuk mengembangkan pertahanan alami terhadap virus dengue, mengurangi risiko infeksi yang serius, dan memberikan perlindungan yang komprehensif. Oleh karena itu, kami mendukung penuh upaya edukasi seperti ini dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan DBD melalui vaksinasi. Dalam mendukung upaya, PAPDI telah memasukkan vaksin dengue sebagai salah satu rekomendasi imunisasi dewasa yang saat ini sudah tersedia di berbagai fasilitas kesehatan,” ujarnya. 

Demi mencegah kasus DBD di masyarakat Indonesia khususnya bagi atlet muda Indonesia, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dito Ariotedjo menjelaskan pentingnya kesehatan bagi para atlet.

“Menjaga kesehatan jasmani merupakan aspek penting bagi perkembangan atlet. Fisik yang kuat tentu akan tercipta dari badan yang sehat. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung setiap upaya yang dilakukan pihak swasta untuk mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan masyarakat, salah satunya oleh Takeda Group untuk memberikan perlindungan dari ancaman penyakit demam berdarah dengan 3M Plus dan vaksin DBD. Sebagaimana kita ketahui, pemuda termasuk dalam kelompok yang rentan terkena dengue terlepas dari gaya hidup sehat yang dijalani. Oleh karenanya, pemerintah sangat mendorong inovasi yang dilakukan untuk pencegahan penyakit DBD, karena sangat berpengaruh terhadap kehidupan pemuda pada umumnya dan pelaku olahraga pada khususnya,” ungkapnya. 

Asnawi Mangkualam, Pemain TimNas sepakbola mengatakan bahwa “Sebagai seorang atlet saya harus selalu siap untuk tampil prima dalam setiap kesempatan, oleh karena itu penyakit seperti DBD adalah momok yang menakutkan untuk saya. Terlebih, Indonesia adalah salah satu negara endemis, di mana banyak orang di sekitar kita pernah mengalami DBD. Tentunya, untuk menjaga diri saya dari bahaya DBD saya perlu pencegahan yang lebih lengkap dan saya bersyukur dengan kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD ini dapat membantu melindungi diri saya dari penyakit yang dapat merenggut nyawa ini,” ungkapnya. 

Andreas Gutknecht selaku Presiden Direktur, PT. Takeda Innovative Medicines kembali menekankan komitmen perusahaan terhadap upaya pencegahan DBD di Indonesia. Menurutnya “Takeda akan terus bersama-sama mengedukasi serta mengajak masyarakat untuk melakukan kampanye #Ayo3MPlusVaksinDBD”.

Ia berhatap dengan kolaborasi ini dapat mencapai nol kematian akibat DBD pada tahun 2030. Oleh karena itu, Takeda telah meluncurkan website edukasi pencegahan DBD, Instagram @cegahdbd.id, Cegah Demam Berdarah, dan Youtube CegahDBD, serta kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD. Semua ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya DBD dan perlindungan yang lebih komprehensif terhadap DBD,” tutup Andreas. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini