Sekretaris Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Selatan Akhmad Najib

Eksposisi News, Palembang – Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, kembali melakukan penjajakan untuk membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Kali ini dilakukan lewat pertemuan bisnis secara virtual pada Selasa (15/06//2021) untuk meningkatkan pemahaman akan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Uni Eropa tengah dalam tahap perundingan untuk membahas peluang perdagangan dan investasi dengan sejumlah pemangku kepentingan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan disisi lain tengah melaksanakan berbagai program untuk mempercepat pemulihan ekonomi serta mendorong investasi di sektor infrastruktur, industri dan pertanian. Sumatera Selatan memang memiliki berbagai kelebihan antara lain letaknya yang strategis di lintasan perdagangan internasional, dekat dengan pusat kegiatan ekonomi ASEAN, juga dengan pusat pemerintahan Republik Indonesia. Propinsi ini juga kaya dengan sumber daya alam, lahan yang luas,  panorama alam yang indah, serta warisan budaya yang beragam.  

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket mengatakan, “Uni Eropa mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk meningkatkan perdagangan dan investasi. Kami menyambut baik kembalinya investasi asing langsung di Indonesia baru-baru ini, termasuk dari Uni Eropa. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (EU-Indonesia CEPA) akan membantu meningkatkan perdagangan dan investasi lebih banyak lagi serta berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pemulihan ekonomi di Indonesia.”

“Selama lebih dari 30 tahun, Uni Eropa telah bermitra dengan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi. Tahun 2019, Uni Eropa meluncurkan program lima tahun ARISE+ Indonesia Trade Support Facility senilai €15 juta. Program ini memberikan dukungan teknis kepada pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan kapasitas ekspor dan untuk memenuhi aturan dan standar perdagangan internasional,” ungkap Duta Besar Uni Eropa Piket.

Terkait dengan sejumlah perundangan masalah investasi di Indonesia, diakui olehnya bahwa sejumlah kalangan bisnis dan pengusaha Eropa masih mengkhawatirkan regulasi investasi yang tidak sinkron antara pemerintah pusat dengan daerah. Namun demikian, selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, diakui olehnya bahwa sejumlah perbaikan dalam aturan investasi sudah membaik. Hanya memang butuh sedikit kesabaran, demikian jawab Duta Besar yang murah senyum ini kepada Eksposisi News.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here