Stimulus-Bantuan
Eksposisi News – Pasar saham Asia tampaknya akan tergelincir pada Rabu setelah pasar saham AS juga mundur dari rekor tertingginya akibat memudarnya prospek stimulus bantuan pemerintah yang lebih besar kepada individu. Sementara dolar AS melemah.

Indeks berjangka di Jepang dan Australia menunjukkan penurunan menyusul indeks S&P 500 mengalami penurunan moderat, sementara indeks saham kapitalisasi kecil AS jatuh hampir 2%.

Indeks saham global tampaknya akan mencapai rekor penutupan setelah DPR AS mendukung usulan Presiden Trump yang untuk meningkatkan stimulus bantuan bagi individu. Tetapi indeks ekuitas global tersebut kembali melemah dari level tertinggi hari itu karena Senat Partai Republik memblokir upaya Demokrat untuk meningkatkan pembayaran stimulus bantuan langsung menjadi $2.000 dari $600.

Seiring akan berakhirnya tahun yang penuh gejolak ini, aset berisiko seperti saham, obligasi perusahaan, dan Bitcoin bertahan sedikit di bawah rekor tertinggi. Ketika investor mencoba menilai dampak pandemi dan laju distribusi vaksin, Indeks Dunia MSCI AC saham global bersiap untuk mengakhiri tahun dengan kenaikan sekitar 14%, setelah melonjak hampir 68% sejak level terendah pada Maret.

Terkait virus korona, dokter penyakit menular ternama pemerintah AS, Anthony Fauci, mengatakan tingkat vaksinasi negara itu tertinggal dan menyatakan keprihatinan tentang lonjakan virus korona pasca-liburan. Presiden terpilih Joe Biden akan membahas peluncuran yang lambat dan menguraikan rencananya untuk meningkatkan percepatan upaya penanganan dalam sambutan pada hari Selasa, kata seorang pejabat transisi.

Di Eropa, indeks Stoxx 600 naik saat Indeks FTSE 100 menguat di sesi pertama sejak kesepakatan perdagangan antara Inggris dengan Uni Eropa pada malam Natal. Pound memulihkan sebagian dari penurunan hari Senin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here