Sterling Brexit
Eksposisinews – Sterling mencatat kenaikan terhadap dolar AS yang melemah terhadap sejumlah mata uang hari ini, setelah selama tiga hari mencatat penurunan.

Penguatan sterling ini seiring dengan Perdana Menteri Inggris yang tengah menuju ke Brussels sembari melakukan jamuan makan malam dengan presiden Komisi Eropa dalam upaya terakhir menghindari yang disebut dengan no-deal Brexit.

Hanya hitungan beberapa minggu saja menuju akhir transisi periode Brexit yang akan berakhir pada 31 Desember. Pasar sangat berharap pertemuan empat mata antara Johnson dan ketua Komisi Ursula von der Leyen dapat membuka deadlock.

Dalam seminggu yang ditandai dengan volatilitas tinggi, pound sterling jatuh ke level terendah tiga pekan di hari Senin akibat gagalnya para pemimpin menyelesaikan perbedaan mereka dalam pembicaraan perdagangan yang lebih luas, sehingga meningkatkan kekhawatiran Brexit tanpa kesepakatan.

Secara resmi, Inggris meninggalkan Uni Eropa pada Januari silam, namun masih berada di dalam pasar mata uang tunggal UE dan serikat kepabeanan hingga masa transisi berakhir pada 31 Desember mendatang.  Kegagalan dalam mencapai kesepakatan perdagangan pasca-Brexit akan mengganggu perbatasan, mengguncang pasar keuangan, dan menabur kekacauan melalui rantai pasokan.

Tapi ada secercah harapan yang ditawarkan kemarin ketika Inggris mengatakan akan mencabut klausul dalam rancangan undang-undang domestik yang melanggar penyelesaian perceraian Brexit yang sudah disepakati setelah mencapai “kesepakatan secara prinsip” dengan UE atas titik negosiasi yang sulit.

Sterling berhasil menguat 0,7% terhadap dolar AS hari dalam perdagangan yang penuh volatilitas dan diperdagangkan di area $1,3452. Bahkan sterling menyentuh level tertinggi dalam sepekan dan menuju level kenaikan dalam setengah tahun di atas level $1,35 yang dicapai pada sesi akhir pekan kemarin. Terhadap euro, sterling juga menguat 0,6% pada level 90,09 pence, setelah sempat turun ke level terendah tujuh pekan pada sesi Senin.

Menjelang pertemuan di Brussels, salah satu Menteri paling senior Johnson yang mendukung Brexit, Michael Gove, hari ini mengatakan bahwa Britania melihat peluang kompromi pada beberapa poin negosiasi yang sulit.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan UE dan Britania masih dapat mencapai kesepakatan dalam kesepakatan perdagangan. Namun, dia tidak dapat menjamin akan adanya terobosan pada KTT Uni Eropa besok.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here