Eksposisi News, Jakarta – Menghadapi situasi seperti sekarang ini, dimana banyak sekali perubahan yang harus disesuaikan dengan keadaaan yang terjadi. Sejumlah perubahan kehidupan dalam aspek sosial terjadi, mulai dari cara bekerja hingga ke perubahan perkembangan teknologi yang sedemikian cepatnya. Hal ini menuntut perusahaan untuk mempersiapkan strategi guna melakukan transformasi dari segala sisi.

Salah satu bidang yang harus ditingkatkan dan menjadi peranan penting dalam sebuah perusahaan adalah teknologi. Ketangguhan teknologi di era new normal ini sangat diperlukan dan menjadi fokus perusahaan selain peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dengan demikian keberlangsungan perusahaan dapat terjaga dengan baik.

“Situasi Pandemi menuntut para pelaku bisnis untuk melakukan Transformasi Digital dan perubahan di segala aspek dan Ketahanan Teknologi Digital di era kebiasaan baru menjadi penting.” ungkap Refany Iskandar selaku Managing Director Solusindo Group dalam acara SOLUSI Solution Day 2021.

Acara yang mengangkat topik “Digital Technology Resilience in New Normal”, diadakan pada Rabu (10/11/2021) dengan menghadirkan sejumlah nara sumber dari berbagai bidang terkait. Diantaranya dari Microsoft, Autodesk Indonesia, Adobe, Acronis, Cyble, Sophos, Kemp, Senhasegura.

Sejumlah topik disampaikan terkait dengan solusi teknologi yang bisa dimplementasi oleh perusahaan untuk meningkatkan performa. Sebagai gambaran, teknologi saat ini bisa dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas dan produktivitas perusahaan.

Selain mempersiapkan teknologi, perusahaan juga harus mempersiapkan tenaga kerja yang siap bersaing dengan negara lain. Termasuk diantaranya adalah cara apa yang tepat dan cepat untuk mencapai hal tersebut, sebagaimana disampaikan oleh Panji Wasmana selaku Director, National Technology Officer Microsoft Indonesia.

Sementara itu, Alex Denni, selaku Deputi SDM Aparatur Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi memberikan pandangannya mengenai percepatan transformasi bisnis lewat cara belajar “Mindset 5.1”. Menurutnya, transformasi bisnis dapat dilakukan dengan melakukan perubahan pada pola pikir.

Solusi Teknologi Digital Dalam Kehidupan di Era Baru 1

Lebih rinci, ia menjelaskan bahwa untuk menghadapi dunia yang berubah cepat seperti sekarang ini, dibutuhkan cara pikir (mindset), ketrampilan atau kemahiran (skillset), dan perangkat kerja atau teknologi (toolset) yang baru. Guna mencapai perubahan tersebut, haruslah diterobos batas pemikiran, konvensi dan kesepakatan sehingga mampu mengubah kebiasaan, dan mentransformasi cara belajar yang telah ketinggalan zaman. Transformasi itu dimulai dari pola pikir bahwa tanggung jawab untuk belajar ada pada sang pembelajar (learner)—bukan orang lain, bukan sekolah, dan bukan juga perusahaan, pungkasnya. (Lukman Hqeem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here