Ketegangan dalam Perang Dagang akan berimbas pada permintaan minyak global. (Lukman Hqeem)
Ketegangan dalam Perang Dagang akan berimbas pada permintaan minyak global. (Lukman Hqeem)

Harga minyak naik pada perdagangan di hari Selasa (19/12/2023), memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya. Dorongan kenaikan terjadi dari serangan militan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah sehingga mengganggu perdagangan maritim dan memaksa perusahaan untuk mengubah rute kapal.

Harga minyak mentah di bursa berjangka Brent naik 17 sen, atau 0,2%, menjadi $78,12 per barel pada 08:12 WIB. Harga minyak mentah Amerika Serikat, West Texas Intermediate di bursa berjangka untuk kontrak pengiriman bulan depan, yang berakhir pada hari Selasa, naik 14 sen menjadi $72,61 per barel. Kontrak bulan kedua yang lebih aktif naik 9 sen, atau 0,1%, menjadi $72,91.

Pada perdagangan di hari Senin, harga minyak mentah WTI naik dari meningkatnya risiko geopolitik di Laut Merah. Minyak mentah WTI untuk pengiriman Januari ditutup naik $1,04 menjadi $72,47 per barel, sedangkan minyak mentah Brent Februari, terakhir terlihat naik $1,50 menjadi US$78,05. Kedua tolok ukur harga minyak tersebut naik lebih dari 1% di tengah kekhawatiran tentang pengirim barang yang mengalihkan kapal menjauh dari Laut Merah.

Perusahaan minyak BP menghentikan sementara semua transit melalui Laut Merah dan kelompok kapal tanker minyak Frontline juga mengatakan pada hari Senin bahwa kapal-kapalnya akan menghindari perjalanan melalui jalur air tersebut, yang merupakan tanda bahwa krisis ini meluas hingga mencakup pengiriman energi.

Sekitar 15% lalu lintas pelayaran dunia transit melalui Terusan Suez, yang menghubungkan Laut Merah ke Laut Mediterania, menawarkan rute pelayaran terpendek antara Eropa dan Asia. Serangan baru dilaporkan pada hari Senin oleh Angkatan Laut Inggris. Serangan terhadap kapal-kapal tersebut telah mendorong Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya untuk membahas satuan tugas yang akan melindungi rute-rute Laut Merah, sebuah tindakan yang telah diperingatkan oleh musuh bebuyutan AS dan Israel, Teheran, sebagai sebuah kesalahan.

Sementara itu di Iran, Menteri Perminyakan Javad Owji pada hari Senin mengkonfirmasi gangguan nasional terhadap pompa bensin disebabkan oleh serangan siber. Sebuah kelompok peretas yang dituduh Iran memiliki hubungan dengan Israel mengklaim bahwa mereka melakukan serangan yang mengganggu layanan di pompa bensin di seluruh negeri pada hari Senin, TV pemerintah Iran dan media lokal Israel melaporkan.

Amerika Serikat sendiri akan mendorong para pengirim barang untuk mengungkapkan lebih banyak informasi tentang transaksi minyak mereka dengan Rusia dalam upaya untuk menegakkan sanksi, kata para pejabat Amerika pada hari Senin, sambil mengakui bahwa sebagian besar perdagangan tersebut telah lolos dari pengawasan Barat setelah Rusia membangun armada paralel.

Namun, lemahnya permintaan dan peningkatan produksi dari AS dan negara-negara non-OPEC+ lainnya membuat harga minyak tetap tertekan, dengan WTI ditutup 23% di bawah level tertinggi terbarunya pada bulan September pada hari Jumat meskipun ada tambahan pengurangan produksi dari kartel.

Harga minyak mentah WTI diyakini secara teknis dapat menguji level resisten mereka di $73,95 per barel, penembusan di atasnya dapat menyebabkan kenaikan ke kisaran $75,02-$75,76. Kontrak sempat menembus di atas resistance di $73,66, retracement 50% dari tren turun dari $79,60. Kemungkinannya akan memperpanjang kenaikan hingga $75,06, yang juga ditunjukkan oleh garis tren turun. Penembusan di bawah $72.21 dapat diikuti oleh penurunan ke $70.47-$71.14.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini