Eksposisinews, Jakarta — Sarinah Jakarta Content Week tahunan yang diselenggarakan atas inisiatif Yayasan 17000 Pulau imaji dimana tempat mempertemukannya para pelaku industri kreatif di Asia Pasifik di tahun 2020. Acara ini telah diselenggarakan secara daring selama 5 hari dihadiri oleh lebih dari 16.000 partisipan dari 41 negara dan menyuguhkan 144 partisipan yang menghadirkan 326 narasumber tentunya diharap kali ini  akan dapat melampaui dari apa yang telah dicapai tahun lalu.

‘Alvinta Purba, General Manager Jakarta Content Week 2021 mengatakan,  yang membedakan di Jaktent 2021 dari sisi program yakni menekankan bagaimana dunia kreatif mesti jadi bagian ataupun pendorong berbagai gerakan menuju tatanan hidup yang lebih baik.

“Jadi disini ada isu-isu tentang women empowerment and sustainability ataupun mental health yang akan berhasil dengan soal-soal kemajuan teknologi digital untuk menentukan kreasi baru dan juga perkembangan dari sisi bisnisnya,” kata Alvinta Purba, dalam konfrensi pers Jakarta Content Week 2021 secara daring pada hari Rabu (27/10).

Lebih lanjut Ia katakan, tahun ini pihaknya juga semakin fokus menjadikan Sarinah Jakarta Content Week 2021 sebagai salah satu  hub industry creative di Asia Pasific, dengan cara menggandeng lebih banyak expert dari tahun lalu dari berbagai negara yakni, Singapura, Malaysia, Filipina Thailand , Australia dan para pemain lama yang berkecimpung di dunia kreatifitas industri sebelumnya yakni, Eropa dan Amerika.

“Nah, Selain itu Sarinah Jakarta Content Week  tahun ini juga akan hadir secara luring jadi nggak cuma daring . Harapannya nanti kita lakukan saat mulai (bulan) Desember di Sarinah Tentunya ini menjadi rangkaian kolaborasi kami dalam sneak peak menuju  Sarinah Grand Launcing di tahun depan,” ujar Alvi.

Untuk sesinya  di tahun ini akan ada 200 sesi  jadi peningkatannya sangat banyak dari tahun lalu yang nantimya akan dibahas tema- tema ataupun isu- isu penting yang sedang hangat di creative industry agar lebih mendalam.

Turut hadir dalam acara konferensi pers Jakarta Content Week seperti, Laura Bangun Prinsloo sebagai Ketua Yayasan 17000 Pulau Imaji, Claudia Kaiser Vice President of Frankfurt Book Fair, Alvinta Purba General Manager Jakarta Content Week 2021, Fetty Kwartati, CEO & Director of Retail PT Sarinah (Persero) Tbk, Handayani Direktur Bisnis Konsumer PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Helma Dahlia Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Leonard Theosabrata Direktur Utama Smesco Indonesia, Handoko Hendroyono Ketua Jakarta Creative City Forum, Yolande Melsert Direktur Erasmus Huis Jakarta, Dionisius Wisnu Humas Gramedia Pustaka Utama, Salman Faridi CEO PT. Bentang Pustaka, Dion Maulana Muhammad Co-Founder & Managing Director Idelaju.

Laura Bangun Prinsloo, selaku Ketua Yayasan 17000 Pulau Imaji menerangkan, memang sangat tdak mudah untuk menyelenggarakan acara tersebut dikarenakan masih dalam situasi pandemi saat ini. Namun pihaknya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan yang diberikan  terutama dari Frankfurter Buchmesse yang masih memberikan dukungan penuh sebagai mitra kami dalam penyelenggaraan Jakten.

“Seperti halnya FBF tahun ini, dimana saya sekarang berada, pameran buku terbesar di dunia ini kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup karena pandemi. Demikian juga pelaksanaan Jaktent bulan depan, kami yakin dengan menjunjung protokol kesehatan yang tepat, Jaktent bisa menjadi ajang akselerasi ekonomi kreatif menjelang endemic,” ujar Laura Bangun Prinsloo.

Maka dari itu, dengan dukungan banyak pihak terutama para sponsor yang hadir dalam konferensi pers ini, dari Disparekraf DKI Jakarta, BRI, Smesco, KemenkopUKM, Erasmus Huis, JCCF, Gramedia Pustaka Utama, Mizan Pustaka, dan mitra-mitra lainnya yang mendukung Jaktent tahun ini, maka semangat kolaborasi semakin kental di 200 sesi Jaktent tahun ini.

“Kami berharap percakapan, diskusi, eksibisi, dan aktivitas lainnya yang berlangsung di Jaktent bisa memberi semangat baru dalam menghadapi tantangan dan juga kesempatan yang lahir dari pandemic ini. Sekali lagi saya berterima kasih atas dukungan banyak pihak dalam pesta kolaborasi Asia Pasifik di Jakarta Content Week 2021,” imbuhnya.

Lain dari itu, Claudia Kaiser Vice President of Frankfurt Book Fair mengungkapkan harapannya kegiatan ini dapat lebih mengeksplorasi dan juga membuat industri kreatif Indonesia, Asia Tenggara dan seluruh Asia Pasifik  dapat lebih dikenal di seluruh dunia.

Dikesempatan yang sama Fetty Kwartati, selaku CEO of Sarinah menjelaskan, alasan Sarinah mendukung Jaktent  karena Sarinah sendiri saat ini sedang melakukan transformasi. Melalui tren brand local keren dan local is the new global harus menjadi momentum kebangkitan industri kreatif dan produk atau brand ritel nasional terutama dalam kaitannya ikut bersaing di pasar global Jaktent dengan jejaring internasional yang menyuburkan talenta-talenta kreatif cocok sebagai mitra strategis Sarinah.

“Dan jelas sekali bahwa visi Sarinah adalah menumbuhkembangkan UKM nasional termasuk brand local menuju pasar dunia, dimana saat ini fenomenanya sudah jauh berbeda. sekarang brand local ini jadi sangat keren dan tren. Karena memang Sarinah sebentar lagi akan me-launching reborn-nya Sarinah di awal tahun depan, maka kami mengaitkan program Sarinah ini juga dengan berkolaborasi dengan Jaktent sebagai salah satu road to menuju grand launching,” ungkap Fetty Kwartati.

Sementara itu, Handayani Direktur Bisnis Konsumer PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjelaskan, bank BRI dengan nasabah yang terdiri dari 80 persen adalah UMKM dan pelaku ekonomi kreatif yang pergerakannya tidak terbatas pada industri kuliner tapi juga industri kreatif yang kekinian.

Menurutnya, melihat dari data opus ekonomi kreatif  bahwa sektor ekonomi kreatif menumbuhkan ekonomi Indonesia dengan Produk Domestik Bruto (PDB)  mencapai Rp1.200 trilun dan melihat dari data merchant BRI yang terkait dari industri kreatif ini sudah mulai bertumbuh .

“Mengapa bank BRI sangat mendorong kegiatan ini karena memang industri kreatif memberikan peluang kerja yang sangat luas, bahwa industri kreatif ini memberikan kesempatan kerja yang sangat luas dengan kompetensi – kompetensi yang terus beragam dan tentu ini juga menjadi tanggung jawab bank BRI  yang terus berperan untuk menjadi bagian menaik kelas semua pelaku industri kreatif ini agar mereka menjadi betul-betul bisa membanggakan Indonesia,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here