Notulen
Eksposisinew – Rilis notulen pertemuan Federal Reserve pada Rabu siang waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia barat, terus menopang dolar AS. Greenback masih terus bertahan di area dekat level tertingginya dalam tiga bulan terakhir terhadap mata uang mayoritas pada hari Kamis.

Dalam notulen tersebut, Bank sentral AS mengkonfirmasi akan megambil langkah dalam pengurangan pembelian asetnya secepatnya di tahun ini. Pejabat Fed juga mengatakan bahwa perkembangan substansial lebih lanjut terhadap pemulihan ekonomi saat ini masih belum terpenuhi. Para  peserta pertemuan itu mengharapkan perkembangan signifikan dan setuju mereka harus siap untuk bertindak jika inflasi atau risiko lain terwujud, menurut notulen pertemuan kebijakan Komite Pasar (FOMC) Juni yang dirilis Rabu.

Sementara itu, dalam survei yang dilakukan oleh Reuters, para ekonom memperkirakan bank sentral AS itu akan mengumumkan strategi kebijakan tapering setidaknya pada Agustus atau September. Sebagian ekonom lainnya memperkirakan the fed akan melakukan pengurangan program pembelian obligasinya pada awal tahun depan, sekitar sepertiga responden memperkirakan itu akan terjadi pada kuartal terakhir tahun ini.

Indeks dolar terpantau bergerak tipis di 92,687 dari Rabu, ketika menyentuh 92,844 untuk pertama kalinya sejak 5 April. Dolar diperdagangkan relatif flat terhadap euro di level $1,17995, tak jauh dari level puncak dalam tiga bulan terakhir di $1,17815 yang dicapai kemarin, ketika data Jerman menimbulkan keraguan tentang kekuatan pemulihan ekonomi Eropa.

Sentimen investor di Jerman, ekonomi terbesar zona euro, turun tajam pada Juli, meskipun tetap pada level yang sangat tinggi, lembaga penelitian ekonomi ZEW melaporkan.

Kemudian pada hari ini, Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, akan mengadakan konferensi pers setelah otoritas moneter mengumumkan hasil dari tinjauan strategi 18 bulan, yang kemungkinan akan mencakup pergeseran target inflasi menjadi 2% dari “di bawah tetapi dekat dengan 2%” saat ini – yang secara teoritis akan memungkinkan inflasi yang melampaui batas.

Pasca dirilisnya notulen pertemuan Fed kemarin, perdagangan dolar tergelincir 0,3% terhadap yen Jepang di level 110,300 yen, karena pasangan mata uang ini terus terbebani oleh penurunan imbal hasil Treasury AS.

Imbal hasil Treasury 10-tahun, yang menjadi acuan, naik tipis menjadi 1,3045% pada hari Kamis di Asia setelah turun ke angka 1,2960% semalam untuk pertama kalinya sejak pertengahan Februari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here