EksposisiNews – Ilmuwan juga manusia, terlebih ilmuwan perempuan yang begitu haru biru dalam menghadapi apapun sering terbawa perasaan atau istilah anak zaman sekarang “baper”. Demikian yang mengemuka dari film Radioactive, sebuah film yang mengisahkan tentang Marie Curie yang penuh haru biru dalam kehidupan dan kariernya sebagai seorang ilmuwan perempuan.

Film biopic yang disutradarai oleh Marjane Satrapi berdasarkan naskah yang ditulis oleh Jack Thorne. Film ini diangkat dari sebuah novel grafis terbitan 2010 yang berjudul Radioactive: Marie & Pierre Curie: A Tale of Love and Fallout yang ditulis oleh Lauren Redniss.

Radioactive, Haru Biru Kehidupan Ilmuwan Perempuan 1

Kisahnya tentang Marie sebagai seorang ilmuwan perempuan yang kerap dibatasi gerak-geriknya karena gender, dan di masa itu, kebanyakan ilmuwan berasal dari kalangan laki-laki. Namun, dengan gigih Marie tetap menjalankan berbagai eksperimen bersama rekannya, Pierre Curie, yang kemudian menjadi suaminya setelah menemukan elemen polonium dan radium pada akhir tahun 1800-an.

Kehidupan Marie tak otomatis membaik setelah penemuan itu. Kariernya dalam fisika malah menjadi lebih runyam ketika sang suami menerima penghargaan Nobel sendirian atas sebuah proyek yang mereka lakukan bersama. Marie menuduh Pierre memanfaatkan dirinya, bahkan lebih dari itu Marie dengan penuh kegeraman pada Pierre telah “mencuri” kecerdasannya. Piere yang penyabar tidak langsung naik pitam, tapi menerangkan penuh kesabaran, bahwa saat penerimaan Nobel ia menyebut Marie. Kemudian, ia menyampaikan dirinya sakit dan butuh tempat baru untuk bisa memulihkan sakitnya. Marie luluh dan seperti “bertekuk lutut”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here