Badan Moneter Internasional atau IMF memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi Singapura di 2019 dari 2,3% menjadi 2% saja. Perang dagang menjadi biang kerok menurunnya pertumbuhan ekonomi Singapura.

Pada kwartal kedua, Singapura hanya tumbuh 0,1% dan merupakan pertumbuhan tahunan dalam 10 tahun terakhir. Analis memperkirakan Singapura akan mengambil langkah pelonggaran moneter untuk mencegah resesi.

IMF mengatakan, oleh karena permintaan dari luar negeri menurun, maka Singapura perlu menggenjot konsumsi domestik. Pelemahan ini juga didominasi faktor eksternal seperti mengetatnya kondisi keuangan global, memanasnya tensi perdagangan diantara beberapa negara dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Pertumbuhan ekonomi Singapura akan stabil pada kisaran 2,5% di jangka menengah berdasarkan keterangan IMF. Selain itu, Bank Sentral Singapura memperkirakan pertumbuhan tahun ini pada kisaran 1,5% sampai 2,5%, turun dibandingkan tahun lalu sebesar 3,2%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here