Jakarta, Eksposisi.com – Dalam rangka ulang tahun ke-74, Perusahaan Umum (Perum) Produksi Film Negara (PFN) siap menggelar Vital Voices Festival  2019 atau Festival Perempuan dalam Film, Seni, dan Budaya yang akan berlangsung selama delapan hari, 7- 14 Desember 2019 di Gedoeng Jasindo, Kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua,  Jakarta Utara.

Mengusung tema ”ketika perempuan mengambil peran”, Perum PFN menjalin sinergi dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) (Persero) dan PT Pesona Indonesia Jaya (anak usaha PT Pegadaian).

penting

“Melalui Vital Voices Festival nanti, kita akan memperkenalkan bioskop rakyat, “ kata Direktur Utama PFN Judith J. Dipodiputro saat press conferensi Vital Voices Festival  2019 di Aruba Room, The Kasablanka, Kasablanka Mall, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019)

Lebih lanjut, Judith menerangkan, “Sebagai bentuk sinergi dengan Jasindo, kita akan menyulap lantai tiga bangunan bersejarah Gedoeng Jasindo di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, yang menjadi bioskop rakyat.”

Dengan konsep bioskop rakyat yang diusung, Judith berharap masyarakat Indonesia bisa mengakses film-film bermutu pada waktu yang sama dengan siapapun yang ada di Indonesia, dan tentunya dengan harga yang terjangkau. “Kami perkirakan biayanya tidak lebih dari Rp15 ribu untuk menonton,” ungkap Judith.

Selama berlangsungnya festival, kata Judith, PFN akan memutarkan film-film yang bukan hanya mengenai perempuan, dan bukan hanya oleh perempuan. “Tetapi film-film yang dinilai penting bagi masyarakat, “ Judith menegaskan.

menarik

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Jasindo Sari Suharso menyampaikan, lewat festival tersebut, pihaknya ingin mengangkat kembali gedung heritage yang dibangun pada 1920 itu.

“Di Vital Voices Festival nanti, Jasindo juga akan mengampanyekan pengurangan limbah plastik. Nanti ada edukasi-edukasi yang cukup menarik tentunya, tak hanya dalam bentuk talkshow, tetapi langsung seperti bagaimana cara mengelola kompos, mengelola sampah,” papar Sari Suharso.

Menurut Sari, Jasindo akan menggandeng Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) untuk unjuk kebolehan sekaligus berbagi teknik melukis kepada para pengunjung. “Karena melukis itu sesuatu yang indah, dan juga bisa dijadikan profesi oleh wanita Indonesia,” Sari menegaskan.

berbagi ilmu

Adapun, Direktur Utama PT Pesonna Indonesia Jaya Renny Soviahani mengaku menyambut baik sinergi ini. “Kita melihat aset Jasindo yang berada di Kota Tua tersebut sangat sesuai untuk difungsikan sebagai restoran, cafe, dan modern museum, “ tuturnya.

Sebagai anak perusahaan dari Pegadaian, Pesonna memang bergerak di bisnis hospitality. Berkontribusi pada Vital Voices Festival nanti, Pesonna yang juga menaungiThe Gade Coffee & Gold, akan berbagi ilmu seputar kopi.

“Manajer Operasi The Gade Coffee & Gold, yang kebetulan perempuan dan juga juara barista nasional akan membagikan ilmu kepada milenial. Kami juga ingin memperkenalkan bahwa bisnis kopi itu tidak sekadar menjadi barista,” pungkas Renny Soviahani.

Perum PFN Siap Gelar Vital Voices Festival 2019 1

visi

Sejalan dengan visi Indonesia 2019-2024 yang mengedepankan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), Vital Voices Festival  2019 atau Festival Perempuan dalam Film, Seni, dan Budaya mengadakan berbagai sesi diskusi dengan menghadirkan tokoh-tokoh perempaun untuk berbagi ilmu pengetahuan, keterampilan, kiat dan pengalaman menghadapi tantangan-tantangan dalam perannya sebagai perempuan pekerja, berprofesi, dan dalam kehidupan.

Diharapkan dari sesi-sesi ini, masyarakat akan mendapatkan pengetahuan tentang lapangan pekerjaan dan usaha yang ada dalam industri film, seni dan budaya.

Adapun pembicara yang akan hadir antara lain Amanda Iswan (Sutradara film Zeta, Swan Studio Pictures), Wilza Lubis, Nana Sondakh (produser film mama mama jagoan, Buddy dari Buddy Pictures), Dian Sasmita (produser film Antologi Rasa, Soraya pictures), Ilham Acho Bachtiar (Film meentari dari ufuk timur), serta Eros Djarot & Christine hakim (Film Tjut Nyak Dien).

Selain itu, beberapa Direksi BUMN juga akan berbicara terkait topik-topik khusus sektor yang dibidangi, antara lain Ninis Kesuma Adrian (Direktur keuangan dan perencanaan strategis PT Pegadaian), Siti Choiriana (Direktur Consumer Service PT Telekomunikasi Indonesia), Dewi Aryani Suzana (Direktur SDM dan Umum PT Jasa Raharja), Adi Sulistyowati (Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia), Alexxandra Askandar (Direktur hubungan kelembagaan PT Bank Mandiri), Handayani (Direktur Konsumer PT Bank Republik Indonesia), Judith J Dipodiputro (Direktur Utama Perum PFN), Linggarsari Suharso (Direktur SDM dan Umum PT Asuransi Jasa Indonesia), Renny Soviahani  (Direktur Utama PT Pesona Indonesia Jaya), dan beberepa lainnya.

prestasi

Sepanjang Festival, setiap harinya akan diputar film yang selain merayakan prestasi perempuan dalam film, sesunguhnya merayakan prestasi perempuan dalam segala sektor. Pemilihan judul bertujuan megaprestasi perempaun di semua lapisan masyarakat dan pada segala usia. Film-film yang akan diputar  selama Festival ini berlangsung ; Kuambil lagi hatiku,, Mentari di Ufuk timur, Tjut Nyak Dien, Kartini, Filosofi Kopi, Pasir berbisik, Rectoverso, dan Mama-mama Jagoan.

Festival juga akan dimeriahkan dengan pameran dari PT Asuransi Jassindo, pameran rencana produksi Film PFN2019-2023, dan pertunjukan kesenian seperti Tari Ratu Shima, Bheksan Yoga Jawa, serta Body Painting.

Dan juga akan berlangsung berbagai workshop dan pelatihan terbuka bagi kalangan umum dengan Cuma-Cuma. Workshop terkait pengurangan sampah plastic(less waste) dan pengurangan pengunaan plastic (single used plastic), serta cara mengolah sampah organic yang akan dibawakan oleh tim Demi Bumi sebagai salah satu langkah aktivis pegiat less waste. Selain itu, akan diadakan juga demontrasi seni Furoshiki, yaitu seni mengkreasikan sebuah kain yang dapat difungsikan untuk berbagai kebutuhan dan dapat menggantikan peran kantong plastic. Bagi keluarga, akan diadakan ecokids yang akan dibawakan oleh anak dan diperuntukkan bagi anak dengan berbagai pengalaman tentang cara menerapkan gaya hidup hemat sampah.

Bagi calon Enterpreneur milenial untuk terjen ke bisnistentunya teknik pengolahan kopi ini sangat menjanjikan diikuti. Coffee Cupping oleh The Gade Coffee & Gold dari senior Barista sekaligus Manager Opresional The Gade Coffe & Gold dengan achievement 1st place brewer championship dan EJ Coffe show 2017 SCA (Specialty Coffee Associatioan of America, Europe) Barista Certified.

Festival akan ditutup pada 14 Desember, diawali dengan nonton bareng film Tjut Nyak Dien, dilanjutkan dengan ajang meet and greet creative woman network, sebuah jaringan perempuan dari berbagai sektor bersatu dalam semangat membina sumber daya manusia Indonesia maju dan mumpuni.

Perum PFN Siap Gelar Vital Voices Festival 2019 2

Gedoeng Jasindo merupakan cagar budaya yang dilindungi oleg Undang-undang yang dimiliki Asuransi Jasindo yang dipilih lokasi penyelengaraan festival ini guna mulai memperkenalkan icon destinasi baru Kawasan Kota Tua di kawasan alun-alun Taman Fatahillah.

PFN bekerjasama dengan Asuransi Jasindo dan PT Pesonna Indonesia Jaya sedang mempersiapkan Gedoeng Jasindo menjadi Bioskop Rakyat dengan dua layar yang dilengkapi dengan co-working space bagi milenial dan stars ups, café restoran The Gade, serta museum mini. Diharapkan Bioskop Rakyat Gedoeng Jasindo siap beroperasi pada April 2020. Vital Voices Festival berlangsung dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here