Para relawan Pertaminan Foundation saat berada di daerah bencana. Foto Istimewa

Pertamina Foundation,  sebagai perpanjangan tangan tanggung jawab sosial kepada masyarakat dari PT. Pertamina terus berupaya membentuk sumber daya manusia yang tangguh dan tanggap bencana. Kali ini, mereka kembali membuka pendaftaran kepada masyarakat untuk menjadi merelawan. “Pertamina Foundation untuk Bangsa” merupakan salah satu implementasi program ikonik dari Pertamina Foundation, yang mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan, baik saat terjadi insiden, tanggap darurat, dan pasca bencana.

Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari, mengatakan para relawan “PF untuk Bangsa” dibentuk untuk menjadi garda terdepan Pertamina dalam tanggap bencana. Bagi yang terpilih, akan mendapatkan sertifikat relawan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)” .  

“Peristiwa bencana memberikan dampak yang dapat merusak dan merugikan korban, salah satunya yaitu kematian, cedera, penyakit, kerusakan properti dan aset lainnya, pengungsian, gangguan sosial dan ekonomi, hilangnya infrastruktur, kerusakan lingkungan, dan sebagainya. Oleh sebab itu, dalam mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat bencana, perlu diadakannya upaya pengurangan risiko bencana dan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas para pegiat dan pelaku kemanusiaan, salah satunya lewat Relawan PF untuk Bangsa,” ujar Agus saat mengumumkan hasil penerimaan relawan ini pada Selasa (21/11/2023) di Jakarta.

“Relawan yang terpilih akan mendapat sertifikasi langsung dari BNPB dan menjadi garda terdepan Pertamina dalam penanganan dan pemulihan bencana,” tambah Agus.

Para peserta akan mendapatkan pelatihan penanggulangan bencana dan manajemen penanggulangan bencana, seperti incident command system, model distribusi bantuan bencana alam, pencegahan dan mitigasi bencana serta rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Pelatihan akan menggunakan berbagai metodologi dengan beberapa pendekatan, yaitu: presentasi, penayangan video, diskusi kelompok, studi kasus, berbagi pengalaman, dan latihan simulasi atau praktik.

Kebencanaan menjadi pilihan PF, mMenyikapi kenyataan bahwa Indonesia menempati peringkat tiga teratas negara paling rawan bencana di dunia dengan indeks 41,46, seperti yang diungkapkan oleh World Risk Report 2022, langkah-langkah proaktif seperti pembentukan relawan ini menjadi semakin penting untuk mengatasi risiko tinggi dari peristiwa alam di negara ini, yang berada di posisi risiko bencana yang sangat tinggi dibandingkan 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pertamina Foundation berkomitmen untuk membina individu yang proaktif dan siap melalui program Relawan PF untuk Bangsa, sehingga berkontribusi pada tujuan pengurangan risiko bencana dan pemberdayaan masyarakat yang lebih luas.

Pendaftaran dibuka dari 20 Oktober hingga 20 November, tercatat sebanyak 1200 pendaftar dengan rentang usia usia 24 – 45 tahun. Mereka menyatakan siap untuk memberikan komitmen waktu untuk kegiatan pelatihan, dan menjadi relawan kemanusiaan yang aktif secara sukarela. Selanjutnya, mereka akan mengikuti pelatihan intensif secara daring, dimana semua proses pendaftaran dan pelatihan yang dilakukan ini adalah bersifat gratis tanpa dipungut biaya apapun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini