Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Jendela Puspita bekerja sama dengan Yayasan Budaya Hanjuang Bodas dan Pemerintah Kota Bogor menggelar Lomba Baca Puisi Tingkat Nasional Jendela Puspita 2023 di Auditorium Paseban Sri Baduga, Kompleks Pemerintahan Kota Bogor, Sabtu (11/11/2023). Lomba ini diikuti 175 peserta dari 20 provinsi, dan tersaring 58 peserta di final dalam kategori guru atau umum dan pelajar.

Afif Ardiansyah selaku ketua penyelenggara menyampaikan, “Sebanyak 175 peserta telah mengikuti Lomba Baca Puisi Tingkat Nasional 2023, yang terbagi dari 105 kategori guru/umum dan 75 kategori pelajar. Seluruh peserta tersebut sebelumnya telah mengirimkan video pembacaan puisinya kepada panitia.”

Dari 58 peserta yang lolos ke babak final, ada 47 finalis yang hadir langsung ke Bogor. Finalis datang dari berbagai daerah, seperti Bukittinggi, Pontianak, Kota Metro, Tangerang Selatan, Jakarta, Bekasi, Bandung, Sukabumi, Cianjur, Cirebon, Purwakarta, Tegal, Temanggung, dan masih banyak lainnya. Sementara 11 finalis lainnya mengikuti babak final secara daring.

Acara dimulai dengan penampilan apik Siska Puspita Dewi dengan membawakan puisinya yang berjudul Ruang Kecil Tersembunyi dalam buku Antologi Puisi Balada Manusia di Antara. Puisi tersebut juga dipilih sebagai salah satu puisi wajib dalam perlombaan ini.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Rudiyana, S.STP., M.Sc., dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor H. Sudjatmiko Baliarto, sekaligus membuka acara. Tampak hadir ratusan orang dalam gedung tersebut, sebab peserta tidak hanya datang dari peserta lomba dan suporter. Hadir pula para guru SD dan SMP se-kota Bogor yang ikut memeriahkan acara dengan tajuk memperingati Hari Pahlawan Nasional.

Babak Final Lomba Baca Puisi Tingkat Nasional ini didukung oleh D&D Toserba Murah dan Ori, FIF Group, Yupi, Nine Damara, IRIS Jakarta, Arcadia by Horison, Jayakarta Inn Hotels Cisarua, Nirvana Valley Hotels, Sahid Hotels & Resort, Sahid Solo, Sahid Surabaya, Sahid Lippo Cikarang, dan Sahid Mutiara Karawaci.

Adapun juri pada babak final ini, antara lain Pembina Jendela Puspita Siska Puspita Dewi, Ketua Umum Yayasan Budaya Hanjuang Bodas Rd. Ace Sumanta, dan Ketua Forum Sastra Bogor Rida Nurdiani. Dalam babak final, para peserta wajib membacakan puisi berjudul “Jangan Menangis Ibu Pertiwi” dan “Apa Gunanya Merdeka”. Dua puisi bertajuk nasionalisme yang sangat kuat sisi pesan moral dan magis bila dibacakan.

“Kegiatan ini bukanlah ajang mencari pemenang saja, sebab finalis ini sejatinya mereka telah menang dan menjadi unggulan. Banyak kualitas pemusisi yang mumpuni dan mampu penghayatan yang membuat setiap pendengar bergetar saat menontonnya. Namun, kegiatan ini tentu saja bermaksud menyampaikan dan menyebarluaskan pesan dari puisi yang dibaca oleh peserta untuk digaungkan ke seluruh dunia. Hal yang paling utama dan esensial dalam kegiatan ini adalah menanamkan semangat nasionalisme dan kita semua akan berjuang untuk menjadi pahlawan sejati,” tutup Siska Puspita Dewi.

Pemenang Lomba Kategori Guru/Umum

Juara 1 – Kurnia Setyo Wulandari, Temanggung

Juara 2 – Euis Tuti Damayanti, Bogor

Juara 3 – Ari Awaludin Azhari, Garut

Harapan 1 – Yulis Setiyowati, Bekasi

Harapan 2 – Dede Rodiatul Munawaroh, Cirebon

Kategori Pelajar

Juara 1 – Sinta Lestiawati, Sukabumi

Juara 2 – Tyara Anandira Nursya’bani, Bandung

Juara 3 – Gilda Syakil Firnata, Cianjur

Harapan 1 – Natasya Citra Marsella, Tegal

Harapan 2 – Rangga Yudha Prawira, Jepara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini