Perbankan AS Cukup Sehat Lawan Resesi

Eksposisinews – Hasil stress test the Fed menunjukkan bank-bank besar Amerika Serikat masih mampu menahan gempuran resesi global setelah sebelumnya otoritas keuangan tertinggi di AS tersebut mengeluarkan kebijakan temporal untuk membatasi pembayaran dividen dan pembelian kembali saham-saham perbankan besar yang rencananya berakhir pada 30 Juni nanti.

Stress test yang dilakukan terhadap 23 perbankan yang dianggap besar, meliputi Bank of America, JP Morgan Chase, Citibank dan lain-lain dinilai sanggup menyerap jumlah kerugian kumulatif hingga $474 miliar di tengah-tengah resesi global dan memuncaknya tingkat pengangguran AS sebesar 10,75%.

Untuk menangkal efek dari pandemi Covid-19, the Fed membatasi jumlah pembayaran bonus atau payout perbankan untuk mempertahankan kewajaran modal.

Menurut Randal Quarles, Ketua the Fed bagian pengawasan, ini bukan kali pertama the Fed melaksanakan stress test, total ada 3 kali percobaan yang dilangsungkan sejak tahun lalu menggunakan skenario resesi yang berbeda dan semuanya menyatakan sistem perbankan cukup kuat untuk menopang pemulihan ekonomi.

Salah satu alasan sehatnya perbankan AS berkat dukungan dari the Fed dan Kongres. Dukungan pemerintah memungkinkan perbankan mengumpulkan modal di tahun 2020 karena ketika stress test dilakukan tahun lalu tanpa sokongan kedua institusi tersebut, bank kekurangan modal tapi tidak sampai ke tingkat yang dapat memicu ketidakstabilan keuangan.

Stress test sendiri dilakukan dengan cara memberi hantaman keras kepada perbankan untuk melihat apa yang terjadi kepada modal mereka. Hasil simulasi tersebut dapat memberi gambaran yang jelas tentang kondisi sektor perbankan dan memberi data kepada the Fed dalam menentukan kebijakan moneter khususnya terhadap sektor perbankan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here