Wall Street

Bursa saham global naik pada perdagangan di hari Senin (04/09/2023), terangkat oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga lagi, dan oleh harapan bahwa pasokan stimulus kebijakan Cina yang terus menerus dapat menstabilkan perekonomian. Disisi lain, hari libur di Amerika Serikat membatasi aktivitas menjelang data penting mengenai jasa AS dan perdagangan Cina serta inflasi pada akhir pekan ini.

Tindakan kebijakan lebih lanjut juga diharapkan dari Beijing, termasuk pelonggaran pembatasan pembelian rumah. Ada kelegaan karena pengembang properti Country Garden mendapatkan persetujuan dari kreditornya untuk memperpanjang pembayaran obligasi swasta dalam negeri.

Hal ini terjadi bersamaan dengan langkah-langkah lain yang diumumkan pada minggu-minggu sebelumnya, nampaknya momentum sedang dibangun untuk perubahan kebijakan di Cina yang dapat mengurangi sentimen dan meningkatkan konsumsi. Ada kekhawatiran bahwa tidak ada rasa urgensi yang memadai di antara para pembuat kebijakan Cina, namun langkah-langkah seperti yang diambil minggu ini, dikombinasikan dengan stabilisasi ataupun perbaikan data PMI dapat menandakan perubahan psikologi investor yang akan datang.

Indeks MSCI Global, yang pekan lalu menunjukkan reli mingguan terkuat sejak pertengahan Juli, naik 0,2%, sementara dolar melemah sekitar 0,16% pada hari itu. Ini mungkin merupakan sisa-sisa dorongan dari minggu lalu, di saat kurangnya peningkatan dalam laporan pekerjaan atau prospek dorongan stimulus terhadap perekonomian Cina. Atau mungkin tidak ada apa-apa di balik kenaikan kecil di Eropa dan kita baru saja kembali ke perdagangan pasca libur musim panas.

Sentimen investor di sektor teknologi akan diuji minggu ini dengan penawaran umum perdana raksasa chip Arm Holdings, yang menargetkan harga di kisaran $47 hingga $51, dengan nilai perusahaan antara $50 miliar dan $54 miliar.

Indek S&P 500 berjangka dan Nasdaq berjangka naik antara 0,2%-0,3%, sementara saham Eropa mendekati level tertinggi satu bulan. STOXX 600 naik 0,3%, dipimpin oleh kenaikan saham teknologi, seperti produsen semikonduktor Belanda ASML dan pembuat obat Novo Nordisk, yang pekan lalu sempat menyalip grup mewah Prancis LVMH sebagai perusahaan paling berharga di Eropa.

Saham-saham naik pada hari Jumat setelah laporan payrolls AS pada bulan Agustus memperkuat ekspektasi untuk diakhirinya kenaikan suku bunga. Meskipun jumlah pekerjaan utama melampaui perkiraan, revisi turun terhadap dua bulan sebelumnya dan penurunan pertumbuhan upah menunjukkan adanya pelonggaran di pasar tenaga kerja. Tingkat pengangguran juga melonjak karena semakin banyak orang yang mencari pekerjaan, sehingga rasio lowongan terhadap pengangguran berada pada titik terendah sejak September 2021.

Kontrak berjangka sekarang menyiratkan peluang 93% bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah pada bulan ini dan 67% kemungkinan bahwa seluruh siklus pengetatan telah berakhir. Setidaknya tujuh pejabat Fed akan berbicara minggu ini menjelang pertemuan kebijakan berikutnya pada 19-20 September.

Kepala Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, pada hari Senin mengatakan sangat penting bagi para pengambil kebijakan untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap kuat. Pasar sekarang bersandar pada kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan September setelah serangkaian data lemah.

Data ekonomi AS yang secara relatif lebih baik, telah mendukung dolar pada 146,33 yen. Pasangan USD/JPY, tidak jauh dari puncak 10 bulan terakhir di 147,37. Mata uang euro, dalam perdagangan EUR/USD naik 0,3% menjadi $1,0803, masih mendekati level terendah baru-baru ini di $1,0765.

Pada perdagangan komoditas, harga minyak diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam tujuh bulan karena pengetatan pasokan karena Arab Saudi diperkirakan akan memperpanjang pengurangan produksi minyak secara sukarela hingga bulan Oktober. Harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,2% menjadi $88,75 per barel, begitu pula kontrak berjangka AS, mencapai $85,73.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini