Paundra Hanutama dengan Mangrove Jakarta Community melakukan penanaman Bakau di Pantai Jakarta

EksposisiNews, Jakarta – Sejak 2014, Paundra Hanutama (39) – founders dari Mangrove Jakarta Community ini tertarik dalam melakukan konservasi, khususnya dikawasan Pantai dengan tanaman bakau atau Mangrove. Ketertarikan Paundra terhadap Bakau berawal dari pengetahuan akan manfaat tanaman dari marga Rhizophora ini.

Sebagaimana diketahui bahwa Bakau memang memiliki banyak manfaat selain bisa mengurangi abrasi pantai oleh air laut dan tsunami. Diantaranya kemampuan menyimpan karbondioksida sebanyak 5 kali lipat lebih banyak daripada pohon lindung. Tumbuhan berakar tunjang ini memang memiliki kayu yang besar dengan pucuk yang tertutup daun penumpu meruncing. Perkembang biakannya dengan cara vivipar, yaitu buah yang bisa berkecambah serta berakar ketika masih di pohon.

Paundra Hanutama, Jatuh Cinta Dengan Mangrove Karena Manfaatnya 1
Paundra Hanutama (Ist.)

Bersama-sama dengan sejumlah penggiat alam lainnya, Paundra sering terlibat dalam kegiatan menanam bakau di beberapa pantai. Hingga akhirnya membentuk Mangrove Jakarta Community pada tahun 2020. Komunitas yang banyak diisi oleh anak-anak muda ini melakukan kegiatan penanaman pohon bakau di pesisir laut Jakarta.

Mangrove Jakarta Community selain mangajak masyarakat luas untuk lebih aktif dalam menyelamatkan bumi dari dampak perubahan iklim, juga menyertakan sejumlah pihak pemangku kepentingan termasuk pihak swasta. Sejumlah kerjasama dan rekanan telah dilakukan oleh Mangrove Jakarta Community ini.

Komunitas memang lebih banyak mengambil peran sebagai fasilitator dan juga rekan kerja dalam kegiatan CSR atau event yang berhubungan dengan lingkungan, climate change dan tentunya reboisasi pantai dengan menanam bakau.

Sebagai sebuah komunitas yang masih akan berkembang, Mangrove Jakarta Community memang menitik beratkan kegiatan dalam penanaman Bakau, dimana kegiatannya biasa dilakukan pada bulan Januari bertepatan dengan “Bulan Lingkungan Hidup” dan pada bulan Juli saat perayaan Hari Mangrove Sedunia pada 26 Juli. Paundra menjelaskan bahwa selain itu komunitas juga mempunyai program bincang-bincang “tik-talk”, sebuah talkshow dan podcast pendek dengan sejumlah aktivis, pengiat linggkungan dan pemerhati bakau untuk memberikan cerita, pesan dan juga ajakan untuk menanam bakau.

Selain melakukan reboisasi di sejumlah pantai di Jakarta, lelaki yang kesehariannya sebagai Direktur Komunikasi Pemasaran dari Aston Priority Simatupang Hotel and Conference ini mentargetkan agar komunitas bisa membuat buku panduan bakau di Jakarta dan film documenter. Paundra berharap bahwa kedepannya setiap orang bisa sedikitnya menanam satu pohon bakau sepanjang hidupnya. Hal ini sejalan dengan campaign komunitas ini “One Man, One Mangrove”, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here