Pamor Wicaksono (Kiri) melakukan sosialisasi identifikasi daerah rawan bencana di Desa Wanacala, Songgom, Brebes pada Sabtu (16/09/2023). (Lukman Hqeem/eksposisinews)

Eksposisi News, Brebes – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes bersama mitranya, Komisi I DPRD menggelar kegiatan Heri Fitriansyah (Partai Demokrat), Pamor Wicaksono (Partai GOLKAR), Rizky Ubaidilah (PDI-P) dan Waidin (Hanura) menggelar kegiatan sosialisasi “Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana di Kabupaten Brebes” Di Desa Wanacala, Kecamatan Songgom pada Sabtu (16/09/2023). Puluhan anggota masyarakat berkumpul di Balai Desa mengikuti kegiatan yang berlangsung hingga sore hari.

Sebagaimana diketahui bahwa di Kabupaten Brebes ini memang termasuk wilayah yang memiliki ragam bencana, mulai dari tanah longsor, angin puting beliung, banjir, gempa bumi, kekeringan dan kebakaran. Dalam identifikasi BNPD, dimusim panas, rawan bencana kekeringan dan kebakaran sementara dimusim hujan tanah longsor dan banjir rawan terjadi juga. Data BNPD mencatat bahwa sepanjang tahun 2021, terdapat 151 kejadian bencana yang jauh lebih sedikit di bandingkan tahun sebelumnya, mencapai 319 kejadian.

Sumitro Hadi, dari BPBD Brebes menjelaskan bahwa bencana merupakan hal yang tidak bisa kita hindari, akan tetapi pengurangan risiko bencana bisa kita siasati, sehingga guna mengurangi risiko yang timbul akibat bencana perlu mempersiapkan segala sesuatunya. Menurutnya adalah dengan mengenali ancaman bencana yang ada di sekitar, mengenali kerentanan yang ada, mengetahui kapasitas yang dimiliki, menyiapkan tempat evakuasi, pelatihan atau simulasi  menghadapi bencana, serta dukungan pendanaan melalui Dana Desa.

Pamor Wicaksono, yang kini juga mencalonkan diri sebagai Bupati Brebes dalam pemilu 2024 mengatakan pentingnya memahami dan mengidentifikasi daerah rawan bencana. Dalam pandangannya, kesiapsiagaan dan rencana mitigasi sangat penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana tersebut.

“Dengan mengetahui daerah yang rawan bencana, kita dapat merencanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi warga kita,” ujar Pamor Wicaksono. Ia menilai bahwa kegiatan sosialisasi informasi ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Pamor Wicaksono juga menegaskan komitmennya untuk membangun Kabupaten Brebes yang lebih aman, berkelanjutan, dan sejahtera. Dengan slogannya, “Takkan Kubiarkan Rakyatku Menunggu,” ia ingin menghadirkan perubahan yang positif dan masa depan yang lebih cerah.

Rizky Ubaidilah, mengatakan arti pentingnya peranan masyarakat dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, dalam mitigasi bencana alam, peran masyarakat sangat diperlukan. Lewat kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah, diharapkan penanggulangan bencana dapat berjalan lebih baik sehingga kerugian yang lebih besar dapat dihindari. Salah satu peran masyarakat di era digital sekarang ini, adalah memanfaatkan teknologi komunikasi yang ada. Menurutnya, masyarakat dapat berperan aktif dalam memberikan informasi secara cepat dan akurat. Sehingga penanganan bencana dapat dilakukan lebih dini.

Menurut Heri Fitriansyah, bencana datang tidak tentu memerlukan kesiap siagaan masyarakat hindari kebingungan dan kepanikan. Oleh karena itu perlu pemahaman tentang apa yang harus di lakukan saat bencana terjadi, termasuk menghubungi pihak-pihak yang terkait, salah satunya BPBD. Kedepannya, perlu di bentuk forum pengurangan bencana di tingkat desa agar saat terjadi bencana dapat dilakukan koordinasi yang lebih baik. Pada tingkat keluarga, juga perlu langkah antisipasi dalam menghadapi bencana, sehingga tercipta keluarga tangguh bencana.

Waidin sendiri menyoroti peranan perempuan dalam penaggulangan bencana. Menurutnya, perempuan juga memegang peran penting saat terjadi bencana. Salah satunya adalah menyiapkan dan membantu logistik dan distribusinya. Ini adalah hal penting saat bencana terjadi. Tanpa ada peran perempuan, penanganan bencana tentu tidak dapat berjalan dengan baik pula. Selain itu, dalam penanganan korban bencana, perempuan memegang peran penting dalam melakukan pendampingan khususnya bagi korban anak-anak dan perempuan. Hal ini dapat membantu memulihkan kondisi psikologis para korban bencana.

Kepala Desa Wanacala, Teguh Setiawan sendiri menyampaikan apresiasi kegiatan ini. Menurutnya, lewat kegiatan ini ia berharap masyarakat Desa Wanacala dapat menyikapi bencana lebih arif. Dengan demikian, ia berharap adanya korban dan kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalisir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini