Nasional

Pamor Wicaksono Didaulat Menjadi Calon Bupati Brebes 2024

1805
Pamor Wicaksono, didaulat maju menjadi calon bupati Brebes dalam pilkada 2024 di Desa Kendawa, Jatibarang, Brebes pada Rabu (27/09/2023). (Lukman Hqeem/Eksposisi News)

Kepemimpinan Kabupaten Brebes akan memasuki era baru. Pada 2024 dalam gelaran pemilihan kepala daerah, Kabupaten Brebes juga akan memilih Bupati baru. Meski lebih dari satu tahun lagi pilkada akan dilakukan, Pamor Wicaksono, politisi Partai Golkar telah digadang sebagai Calon Bupati Brebes.

Sosok Pamor Wicaksono sendiri memang cukup kuat secara luas di masyarakat Brebes. Anggota DPRD Brebes selama tiga periode berturut-turut ini memiliki kedekatan dengan masyarakat, bukan hanya di wilayah pemilihannya saja, namun hampir ke semua pelosok-pelosok Brebes.

Pembawannya yang supel, tegas dan mengayomi menjadi sosok pemimpin ideal untuk membawa Brebes menjadi lebih maju dan sejahtera. Rakyat Brebes memang merindukan sosok pemimpin yang dianggap bisa membawa perubahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara luas.

Dukungan dari masyarakat mengalir dan terus menguat. Bukan tanpa alasan terjadi demikian, Pamor Wicaksono selama tiga periode menjadi anggota DPRD Kabupaten Brebes, dianggap sukses dan berhasil menjadi aspirator masyarakat. Perubahan dan pembangunan dirasakan masyarakat sebagau buah dari perjuangannya di parlemen daerah. 

Genderang pencalonannya sudah di tabuh, tidak tanggung-tanggung dipilihnya tanggal 1 Maret 2024 sebagai hari deklarasi pencalonan. Meskipun hingga saat ini belum ada kepastian siapa yang akan mendampinginya sebagai wakil bupati.

Bahkan dipilihnya tanggal 1 Maret tersebut, bukan tanpa alasan. Menurutnya, dalam sejarah bangsa ini ada peristiwa besar terjadi pada tanggal 1 Maret. Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, dipimpin oleh Letkol Suharto – kelak menjadi presiden ke-2 di Indonesia, untuk menguasai Yogyakarta selama 6 jam.

Dalam sejumlah kesempatan, Pamor Wicaksono menyatakan bahwa Presiden Suharto adalah bapak idiologis baginya. Menurutnya, ajaran-ajaran politik dan kepemimpinan dari Presiden asal Kemusuk, Jogja ini tak lekang oleh jaman dan menjadi sumber inspirasinya berpolitik.

Penegasan sikap Pamor Wicaksono ini menjawab tantangan masyarakat yang dilayangkan kepadanya. Pada hari Rabu (27/09/2023) di Desa Kendawa, Jatibarang, Ia kembali menegaskan siap untuk mencalokan diri dalam kontestasi pilkada 2024 sebagai Calon Bupati.

Sebagai calon Bupati yang matang, ia melihat sejumlah permasalahan di Kabupaten ini dan yakin bahwa perubahan bisa terwujud dengan kepemimpinannya. Menurutnya, ada sejumlah titik pembangunan yang perlu menjadi perhatian kedepannya.

Dalam bidang ekonomi, ia melihat perlunya pengembangan di sektor pertanian, pariwisata, dan industry secara simultan dan kontinyu. Diharapkan dengan pembangunan ini akan membuka lebih menggerakkan perekonomian, terciptanya lapangan pekerjaan yang luas dan terwujudnya masyarakat Brebes yang lebih sejahtera.

Secara khusus, mengenai komoditas agraris utama Brebes, Bawang Merah – Pamor Wicaksono melihat sejumlah permasalahan yang dihadapi para petani termasuk tata kelola distribusi pupuk dan stabilitas harga menjadi sebuah tantangan. Nasib petani yang selalu dalam posisi lemah, sudah sewajarnya berubah menjadi lebih baik.

Sementara pada sektor industri di Brebes yang mulai menggeliat dengan hadirnya sejumlah pabrik-pabrik besar, diharapkan bukan hanya dapat menyerap tenaga kerja namun juga meningkatkan PAD dengan pajak dan sebagainya. Bahkan dengan terciptanya lapangan kerja yang lebih besar, ia berharap dapat meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan potensi gangguan kamtibnas.

Di sektor pariwisata, Brebes memiliki sejumlah potensi wisata yang masih belum dikembangkan secara maksimal. Banyak obyek-obyek wisata mulai dari pantai di bagian utara hingga kawasan pegunungan di sebelah selatan Brebes yang menawarkan keindahan alamnya. Masih banyak perlu sentuhan.

Pada sektor Pendidikan, Pamor Wicaksono melihat perlunya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Brebes. Baginya, pendidikan merupakan hal penting dalam memutus rantai kemisikinan struktural. Jika masyarakat semakin mudah mengakses pendidikan dan kualitas pendidikan semakin baik, maka kesejahteraan masyarakat akan terangkat dengan sendirinya.

Begitu juga dengan sektor kesehatan, ia menilai bahwa kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Brebes masih perlu ditingkatkan. Banyak fasilitas kesehatan yang perlu dikembangkan atau dibangun agar masyarakat lebih mudah mengaksesnya. Dengan kondisi kesehatan masyarakat yang lebih baik, roda perekonomian diharapkan bisa berjalan lebih cepat.

Pada akhirnya, Pamor Wicaksono juga melihat bahwa pembangunan infrastruktur sebagai salah satu hal dasar dalam meningkatkan kualitas masyarakat Brebes. Dengan pembangunan yang lebih merata, manfaat pembangunan yang juga dirasakan lebih luas, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes secara umum.

Salah satu cita-citanya adalah meningkatkan alokasi anggaran pusat kepada daerah menjadi lebih besar. Menurutnya, salah satu hambatan terbesar dari pembangunan di Brebes adalah masalah anggaran yang tidak berimbang. Alokasi anggaran saat ini dinilai tidak cukup untuk bisa menjawab tantangan di Brebes, yang diketahui sebagai kabupaten dengan wilayah yang luas namun dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Oleh sebab itu, ia ingin memperjuangkan kenaikan anggaran setidaknya menjadi 10 trilyun.

Sebagai calon Bupati, visinya memang lain daripada yang lain, “langka padane” karena ia telah menegaskan “Tak’kan kubiarkan rakyatku menunggu”. Bagi masyarakat Brebes, angin perubahan ini telah berhembus seiring dengan fajar harapan baru yang terbit, Pamor Wicaksono.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here