Paket Stimulus AS Belum Jelas, Bursa Asia Dibuka Lemah

Eksposisinews – Bursa Asia memulai perdagangan Selasa (26/1/2021) dengan kecenderungan tertekan, dilatari melonjaknya angka infeksi Covid-19 dan ketidakjelasan rencana stimulus fiskal AS sebesar $1,9 triliun.

Dari sisi teknikal, ini adalah koreksi yang wajar setelah bursa mengalami penguatan yang cukup meyakinkan di minggu lalu. Meski begitu, sentimen pasar cenderung positif secara keseluruhan.

Dari Jepang dilaporkan indeks Nikkei dibuka turun 0,4% bursa New Zealand melemah 0,5% dan bursa Australia tutup karena libur nasional. Kemarin malam, Nasdaq ditutup menguat 0,69%, S&P 500 menguat 0,36% sementara Dow Jones Industrial Average tergelincir 0,12%.

Masih membahas perdagangan kemarin, Bursa Eropa juga ditutup melemah akibat anjloknya moral bisnis Jerman akibat pembatasan Covid-19. STOXX 600 ditutup melemah 0,8%, DAX turun 1,7%, CAC 40 turun 1,6% dan FTSE 100 turun 0,8%.

Dari pasar forex, aussie dilaporkan bergerak menguat 0,04% terhadap dolar pada level $0,771. Euro terakhir kali berada di posisi $1,2140, turun 0,3%. Dolar menguat dekati level tertingginya dalam satu minggu terakhir terhadap mata uang major. Dolar indeks saat ini bertengger di 90,358.

Agenda ekonomi yang perlu diantisipasi minggu ini diantaranya PDB AS kwartal keempat, termasuk Jerman dan Perancis. Rapat FOMC yang akan dilaksanakan mulai hari ini sampai Rabu dimana pasar memperkirakan kebijakan moneter akan tetap terbuka.

Pembahasan mengenai paket stimulus Covid-19 AS masih diperdebatkan di DPR sementara kasus infeksi terus meningkat mencapai lebih dari 175.000 kasus per hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here