Nasional Seni Budaya

Obsesi Erna Winarsih Wiyono Terbitkan Buku Puisi & Ilustrasi Kembali dalam Tema Unik

302

EksposisiNews – Erna Winarsih Wiyono termasuk sosok yang punya banyak talenta, yakni melukis dan juga menulis. Dunia literasi dan ruang rupa, yang menurut dirinya, adalah dua komponen yang saling melengkapi. Baginya, menulis puisi bukan sekadar meramu aksara, tapi mereka turut menyuarakan kisah-kisah bumi. Ruang rupa menjadi praktisi nyata atas imaji-imaji baik tersirat maupun tertulis. Keduanya berkesinambungan tidak dapat dipisah, dipecah, ataupun dileburkan. Ia tetap menjaga eksistensi dan tetap semangat berkarya dalam dunia literasi dan  ruang rupa.

Obsesi Erna Winarsih Wiyono Terbitkan Buku Puisi & Ilustrasi Kembali dalam Tema Unik 1

“Bermula dari bapak yang memfasilitasi saya untuk berlangganan majalah anak-anak saat itu, yakni majalah Bobo, di dalam majalah ini ada ruang puisi anak, dari sanalah saya berpikir untuk memberanikan diri mengirim puisi ke majalah Bobo, saat itu saya duduk di kelas 4 SD, “ kata Erna Winarsih Wiyono menuturkan awal ketertarikannya pada dunia sastra, Kamis (2/11/2023).

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Kota Bogor ini menerangkan, yang mendukung dan memotivasi dirinya untuk menggeluti dunia sastra. “Bapak saya, bapak besar di pergaulan kesenian yang kental, menulis puisi, dan kerap dilibatkan di pagelaran-pagelaran sendratari dan wayang orang, “ terang putri pertama dari pasangan Wiyono dan Neneng Sunarsih.

Menggeluti bidang apapun selalu ada suka dukanya. Begitu juga dengan Erna tentu punya suka-duka selama di dunia sastra. “Setiap satu bidang tentu ada lebih dan kurangnya, hal itu menjadi tantangan tersendiri untuk saya, bahwa proses pembelajaran itu tidak instan, mengikuti proses pembelajaran dengan baik beserta tahap-tahapnya, “ bebernya.

Pengalaman yang paling berkesan selama di dunia sastra, Erna menceritakan saat dirinya menjajal Panggung Women Poetry Slam  dalam perhelatan UWRF 2017, di Ubud-Bali dan diterbitkannya buku puisi tunggalnya yang berisi puisi dan ilustrasi dalam judul ‘Stasiun Rupa Aksara; Segerbong Sajak Erna Winarsih Wiyono’. “Buku ini lahir setelah melalui proses lama sekitar dua tahun lebih, buku ini membuat jiwa saya utuh sebagai perupa dan penulis puisi, “ kenangnya.

Menurut Erna, literasi dan ruang rupa adalah dua komponen yang saling melengkapi. “Orang-orang berpuisi dan mereka yang menulis puisi bukan sekadar meramu aksara, tapi mereka turut menyuarakan kisah-kisah bumi. Ruang rupa menjadi praktisi nyata atas imaji-imaji baik tersirat maupun tertulis. Keduanya berkesinambungan tidak dapat dipisah, dipecah, ataupun dileburkan, “ paparnya.

Stasiun Rupa Aksara, bagi Erna, bagaimana menyatukan sinergi puisi dan ilustrasi karyanya, dua rasa yang tertanam dalam satu jiwa. “Ia menyambung langkahku untuk tidak menyerah pada dinamika kehidupan bumi. Ia suaraku, suaramu, suara mereka yang kutemui pada suatu hari, “ tegasnya.

Obsesi Erna ke depan dalam dunia sastra. “Menerbitkan buku puisi dan ilustrasi kembali dalam tema yang unik tentunya, “ harapannya.

Pendapat Erna tentang perkembangan dunia sastra sekarang. “Perkembangan dunia sastra tidak terbatas, selain buku cetak, sastra kini dapat diakses melalui platform digital yaitu e-book, audiobook, podcasts, kanal Youtube, dan sebagainya ini membuat sastra dapat dijangkau oleh banyak orang di seluruh dunia, “ ungkapnya mantap.

Erna menyampaikan keterlibatannya dengan komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM). “Saya bergabung di JSM semenjak beberapa tahun yang lalu, sebelumnya saya lebih banyak berkegiatan hal yang terkait seni rupa, JSM menjadi ruang belajar bagi saya dalam hal kepenulisan, “ ucapnya.

Arti JSM bagi Erna. “JSM adalah rumah belajar bagi saya, tempat saya menimba ilmu khususnya terkait kepenulisan, “ tegasnya.

Harapan Erna ke depan terhadap JSM. “Menjadi wadah untuk berbagi ilmu pada publik luas melalui seminar, workshop, lokakarya, dalam hal kepenulisan untuk memajukan literasi masyarakat Indonesia, “ pungkas Erna optimis.

Perlu diketahui. Erna Winarsih Wiyono (Na): Erna Winarsih Wiyono atau biasa dikenal dengan sebutan Na’ Wiyono ini adalah seorang penulis, perupa, dan honorary reporters 2023-2024, terhitung sejak 19 Mei 2023 untuk Dinas Kebudayaan dan Informasi Korea (KOCIS) yang berada di bawah naungan kementrian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata.

Karya tulisnya dimuat di sejumlah media cetak, media online, antologi puisi bersama. Dua buku puisi tunggalnya Tea Without Sugar (2018), Stasiun Rupa Aksara (2022).

Beberapa pameran seni rupa yang diikuti, antara lain, Pameran Lukisan Enam Serangkai, 6 Perempuan @TIM, Cikini-Jakarta Pusat (2018). Pameran Perupa Perempuan Bogor I’mInLove, Rumah Dinas Walikota Bogor (2019). Pameran Daring Manifesto VII “Pandemi”Galeri Nasional Indonesia (2020), Pameran Seni Lukis Karya Wanita Pelukis Indonesia 10-16 April 2021, Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta (2021). Playground Exhibition, Galeri Saku (2021). Pameran Kolektif “Merajang Koma” @2madison gallery (2022)#Bosombarter Celebrating Women Breaking Stigma Fundraising Exhibition an Art Project by Selphie Bong @Pacific Place Mall 9 Februari 2022 – 7 Maret 2022. Pameran Seni Rupa “NUJUDIBUMI” perupa Perempuan Bogor N’Friends @Bentara Budaya Jakarta, 14-22 Mei 2022, #2 NUJUDIBUMI @Gedung Bogor Creative Center 5-13 Juni 2022. Pajang Karya KamiSketsa Galnas 12 Januari-23 Februari 2023, @Bilik KamiSketsa Galnas, Galeri Nasional Indonesia. PENSI Pekan Sketsa Indonesia 5-12 Februari 2023, Hall Lt.5-Sarinah Thamrin Jakarta.

Pameran Postcards From Indonesia Series 1 “Kartu Pos dari Indonesia untuk Swiss” 10-16 Maret @Siggenthal Pastoralraum, Baden-Switzeland. Bogor Beauty N’Bizarre Art Exhibition 4 – 11 Juni 2023 @Botani Square Mall Bogor, Pameran Seni Rupa dan NFT Re Identify #1 & #2 Bentara Budaya Jakarta & Galeri Astra lt.5, Jakarta, “Kunst in der Kapelle”, BadenART exhibition, 18-27 Agustus 2023, Baden, Switzerland, dll Erna pernah menjadi Editor – Regional Migospecta International Magazine Online, General Leader Art & Culture (Edisi Migos 1 -3) Migospecta International Magazine Online, Kontributor media lepas, sebelum akhirnya resign di pertengahan 2022, dan menjalani profesi sebagai ilustrator lepas, copywriter, dan menambah kegiatannya dengan mempelajari budaya dan bahasa asing dengan terpilih menjadi honorary reporters untuk periode 2023-2024. ***

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here