Obligasi

Eksposisinews – Kekhawatiran yang kembali muncul tentang kenaikan yield obligasi AS menghantam saham global pada hari Kamis karena investor ‘mengadukan nasib’ pada apakah Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan mengatasi kekhawatiran tentang risiko kenaikan cepat dalam biaya pinjaman jangka panjang.

Momok tingginya yield obligasi AS juga merusak aset safe-haven berimbal hasil rendah, seperti yen, franc Swiss, dan emas.

Obligasi acuan AS 10- tahun naik menjadi 1,477% karena investor memperkirakan bahwa inflasi AS dapat meningkat seiring pemulihan ekonomi yang mulai meningkat, yang didorong oleh stimulus pemerintah dan perkembangan lebih lanjut dalam program vaksinasi.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik, tidak termasuk Jepang, turun 1,7% di awal perdagangan, indeks Nikkei Jepang turun 1,9%. E-mini S&P berjangka tergelincir 0,4% sementara indeks berjangka Nasdaq, yang sempat pemimpin kenaikan pasca pandemi, justru turun 0,6% ke level terendah dua bulan.

Saham teknologi saat menjadi menjadi sata rentan karena penilaiannya yang tinggi telah didukung oleh ekspektasi diperpanjangnya suku bunga rendah.

Powell akan berbicara pada siang pukul 12:05 waktu New York. Banyak pejabat Fed telah meremehkan kenaikan imbal hasil Treasury dalam beberapa hari terakhir, meskipun Gubernur Fed Lael Brainard pada hari Selasa mengakui kekhawatiran atas kemungkinan kenaikan imbal hasil obligasi yang cepat dapat mengurangi aktivitas ekonomi.

Pasar harus mengatasi peningkatan besar dalam penjualan surat utang setelah putaran stimulus guna menghadapi resesi yang dipicu oleh pandemi.

Namun, masalah ini tidak hanya dihadapi oleh Amerika Serikat saja, imbal hasil Gilt Inggris 10-tahun kembali melonjak ke 0,779%, mendekati level tertinggi 11-bulan 0,836% yang dicapai minggu lalu, setelah pemerintah mengumumkan pinjaman yang jauh lebih tinggi.

Investor mata uang terus mengambil dolar karena mereka perkirakan ekonomi AS akan mengalahkan rekan-rekannya di negara maju dalam beberapa bulan mendatang.

Dolar naik ke level tertinggi tujuh bulan di terhadap yen di level 107,16 yen. Mata uang safe-haven lainnya melemah, dengan franc Swiss mendekati level terendah empat bulan terhadap dolar bahkan level terendah 20 bulan terhadap euro. Mata uang utama lainnya sedikit tergerak, dengan euro datar di $1,2054.

Fokus pasar pada rebound ekonomi AS tidak tergoyahkan oleh data yang dirilis semalam yang menunjukkan pasar tenaga kerja AS mati-matian berjuang di bulan Februari, ketika laporan payroll sektor swasta AS naik tapi di bawah ekspektasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here