Ilustrasi penderita sakit ISPA yang dapat diobati dengan pengobatan herbal.

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Bagian Atas (ISPA), seperti batuk, pilek, sinusitis, dan penyakit sejenis, telah menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan anak-anak dan lanjut usia. Peningkatan ini didukung oleh faktor-faktor seperti polusi udara. Hasil survei Bappenas dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menegaskan bahwa ISPA merupakan salah satu penyakit paling umum dan memiliki risiko kematian tertinggi di Indonesia. Menariknya, Indonesia yang kaya akan keragaman hayati termasuk tanaman obat melihat peluang penggunaan obat herbal dalam meredakan sakit ISPA tersebut.

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia mengadakan seminar dengan tema “The Role of Herbal Medicine in Therapy of Upper Respiratory Tract Infections in Indonesia“. Kegiatan ini bermaksud untuk meningkatkan pemahaman akan terapi herbal sebagai obat pendukung dalam kasus ISPA di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Agustus 2023), hasil data surveilans yang dilakukan dalam enam bulan terakhir menunjukan terjadi peningkatan kasus ISPA yang dilaporkan di Puskesmas maupun di rumah sakit Jabodetabek, di mana untuk wilayah DKI Jakarta mencapai 100 ribu kasus/bulan.

“Indonesia dengan keragaman sumber daya alam hayati terbesar kedua setelah Brazil, memiliki 30.000 spesies tanaman 19.871 obat dan di antaranya diketahui sebagai tanaman obat yang digunakan sebagai ramuan tradisional dan sebanyak 16.218 diantaranya telah terindentifikasi. Sehingga pengembangan obat berbahan tanaman obat Indonesia menjadi penting untuk dilakukan. Mutu, keamanan dan efikasinya menjadi pokok utama dalam terapi yang diberikan ke pasien, karena yang paling penting adalah ada kajian bukti secara ilmiah,” ungkap Dr. dr Slamet Sudi Santoso, M.Pd Ked, Ketua Perkumpulan Disiplin Herbal Medik Indonesia, Sabtu (9/12/2023).

“Terapi herbal atau tradisional terbukti dapat memberikan manfaat dengan meredakan gejala seperti batuk, pilek, dan peradangan saluran pernapasan. Pengobatan herbal dapat diberikan secara tunggal, namun pada beberapa kasus, kombinasi penggunaan obat herbal dengan obat kimia justru dapat memberikan efek sinergis lebih optimal,” tambahnya.

Dalam konteks pelayanan kesehatan Indonesia, pengobatan herbal memiliki peran penting serta menjadi bagian dari sistem perawatan kesehatan yang komprehensif. Sesuai dengan regulasi UU No. 17 tahun 2023 yang menegaskan bahwa obat bahan alam yang telah digunakan turun temurun atau sudah berkhasiat, aman, dan bermutu digunakan untuk pemeliharaan kesehatan, peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan dan/atau pemulihan kesehatan berdasarkan pembuktian secara empiris dan/atau ilmiah.

Sebagai perusahaan farmasi dengan pengalaman selama lebih dari 47 tahun di Indonesia, Darya-Varia memperkenalkan HerbaBlend Cough & Flu yang mulai diperkenalkan pada 1 Desember 2023. Ini merupakan obat herbal dan terbukti efektif membantu meredakan gejala batuk dan flu.

Obat Herbal Ampuh Redakan Gejala ISPA 1

Menurut dr. Ian Martin Wibawa Kloer, Presiden Direktur Darya-Varia mengungkapkan tentang pentingnya menghadirkan pengobatan herbal untuk membantu mengatasi kasus-kasus ISPA di Indonesia. HerbaBlend Cough & Flu, yang aman dikonsumsi dewasa dan anak-anak di atas usia 2 tahun dijelaskan olehnya mengandung bahan-bahan herbal alami, seperti jahe merah, madu, akar manis, thyme, cengkeh, dan jintan hitam. Obat ini telah teruji manfaatnya melalui pengalaman tradisional dan penelitian ilmiah, jelasnya.

dr. Nia Reviani, MAPS, Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menambahkan
“Kami melihat adanya peningkatan signifikan dalam permintaan masyarakat Indonesia terhadap obat berbahan herbal. Masyarakat semakin menghargai dan mencari solusi alternatif dalam pengobatan, serta memperlihatkan minat besar terhadap penggunaan obat-obatan herbal. Pemerintah turut memberikan dukungan terhadap pengobatan herbal dan tradisional di Indonesia melalui berbagai kebijakan dan regulasi, menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan pengobatan herbal sebagai bagian penting dari sistem perawatan kesehatan yang komprehensif.”

Sementara itu menurut Rumenta Black, Natural Segment Head Darya-Varia mengatakan “Pengobatan herbal juga harus mematuhi standar keamanan dan kualitas mutu yang teruji dan sesuai dengan regulasi pemerintah. Parameter uji seperti evaluasi organoleptik, kadar air, cemaran mikroba, aflatoksin total, keseragaman bobot, dan volume harus dipenuhi sebelum memasarkan produk herbal.”

“Dalam upaya memperkuat komitmen kami untuk memberikan solusi kesehatan yang terpercaya dan inovatif, kami di Darya-Varia Laboratoria berharap bahwa melalui produk-produk inovatif dan penekanan pada pelayanan kesehatan yang holistik, kami dapat berperan aktif dalam memajukan kesehatan masyarakat Indonesia,” pungkas dr. Ian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini