Batik kekayaan khas budaya Indonesia yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) yang patut kita lestarikan bersama.

Warna batik yang alami memang berasal dari warna-warna alam yang melimpah di Indonesia, mulai dari tumbuh-tumbuhan, getah-getahan, karet, bahkan ada dari ada yang dari abu vulkanik Gunung Merapi. Demikian yang mengemuka dari acara Sharing Knowleg Batik Workshop Natural Dyes (Batik Pewarnaan Alam Kekayaan Warisan Budaya Nenek Moyang Bangsa Indonesia) with Nanang Sharna featuring Student Agung Podomoro University di Senayan Park, Sabtu, 1 Mei 2021.

Nanang Sharna Berbagi Pengetahuan Warna Batik Alami 1

“Pewarnaan batik dengan warna-warna alam memang sangat mudah didapatkan di sekitar kita, “ kata pembatik dan desainer asal Solo, Nanang Sharna saat mengawali paparan dalam Sharing Knowleg Batik Workshop Natural Dyes.

Lebih lanjut, Nanang menerangkan, bahwa hanya di Indonesia yang tanahnya subur makmur yang bisa ditumbuhi warna-warana alami. “Sangat kaya sekali, mulai dari tumbuh-tumbuhan, getah-getahan, karet, bahkan dari abu vulkanik Gunung Merapi, “ terang Nanang.

Nanang Sharna Berbagi Pengetahuan Warna Batik Alami 2

Menurut pembatik yang batiknya menjadi langganan dikenakan Nelson Mandela, itu batik rancangannya juga ada yang dalam pewarnaannya menggunakan bahan-bahan alami seperti dari empon-empon obat-obatan seperti kunyit, temugiring. “Lalu ada juga buah-buahan seperti bit, lemon, dan buah pinang, “ paparnya.

Nanang menegaskan, alam Indonesia memang cukup memberikan banyak pilihan dalam pewarnaan batik. Selain yang sudah disebut tadi menurutnya juga ada pewarna alami lain yang alami seperti buah bit untuk warna merah burgundy. “Indonesia adalah negara yang kaya warna-warna alam yang cantik dan ramah pada lingkungan serta bisa digunakan untuk pewarnaan batik. Penggunaan warna alam ini selain membuat warna-warna yang lebih cantik natural, yang  jelas ramah lingkungan,” ungkapnya mantap.

Nanang Sharna Berbagi Pengetahuan Warna Batik Alami 3

Ketekunan dan kecintaannya terhadap warisan nenek moyang ini membuat rancangan batiknya mempunyai ciri khas tersendiri. Makanya tak heran jika hasil karya Nanang sudah dikenal bukan hanya di dalam negeri saja, tapi juga di dunia. Bahkan selama 8 tahun, Nanang menjadi disainer tetap keluarga Nelson Mandela dan menetap di Afrika Selatan.

Nanang Sharna Berbagi Pengetahuan Warna Batik Alami 4

“Kalau menekuni dunia batik ini sudah sejak saya tinggal di luar negeri. Saya sudah 20 tahun lebih tinggal di luar negeri, dan saya tertarik untuk balik ke Indonesia karena ingin mengembangkan batik yang diwariskan oleh nenek moyang kita,” tandas disainer asal Solo ini.

Nanang Sharna Berbagi Pengetahuan Warna Batik Alami 5

Setelah selesai pemaparan Sharing Knowleg Batik Workshop Natural Dyes dilanjutkan dengan fashion show yang diperagakan para mahasiswa-mahasiswi Agung Podomoro University.

“Saya sangat senang sekali ikut fashion show ini, “ kata Amanda Marcella, salah seorang mahasiswi Agung Podomoro University, yang turut fashion show tersebut.

Nanang Sharna Berbagi Pengetahuan Warna Batik Alami 6

Gadis manis kelahiran Jakarta, 23 Juli 2002, itu pun menuturkan keterlibatannya sebagai peragawati dalam fashion show batik Nanang Sharna. “Awalnya dari kampus Agung Podomoro University mengajak saya untuk menjadi salah satu model, karena waktu itu kampus lagi kolaborasi Eyang Nanang Sharna untuk mengadakan fashion show dalam perkuliahan dengan acara Student Awarding, memberikan award mahasiswa-mahasiswi yang berprestasi, dan di akhir acara ada fashion show ini,” tegas Amanda Marcella penuh kepercayaan diri.

Nanang Sharna Berbagi Pengetahuan Warna Batik Alami 7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here