EksposisiNews – Membintangi sebuah film tentu hal biasa bagi Michelle Ziudith sebagaimana profesi bintang film yang disandangnya.

Tapi berjuang untuk mempromosikan film ‘Kejar Mimpi GasPoll’ yang dibintangi tampaknya menjadi hal yang luar biasa.

Bahkan menjadi sebuah pengalaman menarik dalam berjuang agar film tersebut mendapat penonton yang banyak.

Michelle Ziudith Optimis Film ‘Kejar Mimpi GasPol’ Dapat Penonton Banyak 1

“Dari saya dan para pemain lainnya dengan mengerahkan fanbase dulu dari kota masing-masing, sehingga kemudian berkembang ke sekolah-sekolah, “ kata Michelle Ziudith mengawali perbincangannya dengan wartawan senior seusai pemutaran film ‘Kejar Mimpi GasPoll’ di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat. Minggu (16/7/2023).

Lebih lanjut, gadis manis kelahiran Medan, 20 Januari 1995 itu menerangkan pada saat roadshow di kota yang dituju, ia butuh waktu untuk menyapa teman-teman fanbase-nya.

“Mereka punya effort sendiri untuk membeli tiket dari M-Tix, “ terang anak pertama dari pasangan Muhammad Ruchiman dan Missi Waselly.

Menurut Michelle Ziudith, para fanbase berkumpul di berbagai tempat untuk beli tiket bareng, beli tiket bareng, beli tiket bareng/

“Kita sempatkan waktu 10 menit untuk foto bareng dengan mereka di cafe sambil ngobrol dengan wartawan,” bebernya.

Michelle Ziudith mengaku dalam roadshow juga untuk menyempatkan diri datang ke radio-radio sebagai promosi yang baginya efektif sekali.

“Ke radionya sewaktu roadshow ke Jogja, di antaranya ke Radio Prambors Yogyakarta, “ paparnya.

Sebagai seorang pemain, kata Michelle Ziudith, sudah kewajiban dirinya memang untuk ikut berjuang agar film Kejar Mimpi GasPol ini dapat meraih penonton banyak.

“Aku berusaha maksimal ikut berjuang agar film Kejar Mimpi GasPol ini dapat meraih penonton banyak, “ ujarnya.

Michelle Ziudith menyambangi berbagai kota, salah satunya ke Malang, Jawa Timur.

“Ternyata sambutan masyarakat Malang terhadap film Kejar Mimpi GasPol luar biasa. Saking senangnya, saya dibawakan makanan dalam bioskop, dan kemudian dibelikan juga oleh-oleh souvenir,” ucapnya bangga.

“Berdarah-darah, tapi alhamdulillah aku bisa melihat hasilnya jadi aku bertambah semangat, “ imbuhnya tampak begitu sangat bersemangat.

Michelle mengaku heran kenapa film yang disutradarai Hasto Broto dan diproduseri Tyas Abiyoga ini hanya dikasih 40 layar oleh bioskop XXI dan setelah 10 hari penayangan bukan bertambah layarnya tapi malah menyusut menjadi 2 layar di bioskop XXI di Jakarta.

“Aku akan menjalankan porsinya sebagai pemain, yang aku lakukan dengan memaksimalkan berbagai hal, dari maksimal proses pembuatan karya, promosinya, dan selebihnya doa, “ tegasnya.

Michelle Ziudith menyampaikan prinsip dirinya yang diterapkan dalam dunia film yang telah membesarkan namanya.

“Yang penting usaha dulu, hasilnya belakangan, tapi kita tentu harus optimis film ini mendapat penonton yang banyak, “ pungkas Michelle Ziudith optimis.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini