Nasional

Masa Reses, Pamor Wicaksono Turba Menyerap Aspirasi Warga

381
Pamor Wicaksono menerima aspirasi warga Desa Kedungtukang, Jatibarang pada Jumat (03/11/2023). Foto oleh Lukman Hqeem / Eksposisi News

Dalam masa reses di bulan November 2023 ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Brebes, Pamor Wicaksono melakukan sejumlah kegiatan bersama dengan masyarakat di daerah pemilihnya. – Kecamatan Brebes, Jatibarang dan Songgom. Diawali dengan acara temu warga di Desa Karanglo dan Desa Kedungtukang, Kecamatan Jatibarang pada Kamis dan Jumat (02-03/11/2023).

Dalam satu tahun, masa kerja anggota dewan akan terbagi diantara masa sidang dan masa reses. Jadi masa reses adalah ketika anggota dewan melakukan kegiatan diluar masa sidang. Umumnya mereka menemui pemilihnya, mendengarkan dan menampung aspirasi mereka. Saat ini, merupakan masa reses ketiga di masa kerja sekarang.

Menurut Pamor Wicaksono, sebagai wakil rakyat dirinya merupakan kepanjangan tangan atas segala kepentingan rakyat. Oleh sebab itu, aspirasi masyarakat menjadi perhatian utama. Selain menyerap aspirasi warga, aksi turba – turun ke bawah ini sekaligus untuk melakukan pengawasan atas sejumlah program pemerintah yang telah dijalankan sebelumnya.

Masa Reses, Pamor Wicaksono Turba Menyerap Aspirasi Warga 1
Pamor Wicaksono menerima aspirasi warga Desa Karanglo, Jatibarang pada Kamis (02/11/2023). Foto oleh Rudi Hartono

Di Karanglo, Pamor Wicaksono menemui sejumlah elemen masyarakat dan pemerintah, termasuk komunitas perempuan dan pemuda. Empat ratusan warga Karanglo telah berkumpul selepas matahari tergelincir di tengah hari pada hari Kamis. Dengan hiburan merakyat, yakni organ tunggal – massa bersemangat menantikan kedatangan Pamor Wicaksono, anggota DPRD kabupaten Brebes dari Partai Golkar. Dengan beragam atribut berwarna kuning, warga memang antusias menyambutnya.

Kepala Desa Karanglo, Rudi Hartono mewakili warganya menyampaikan sejumlah aspirasi, salah satu hal yang paling dibutuhkan adalah peningkatan kualitas jalan. Dengan Panjang jalan poros di Karanglo – Randusari mencapai hampir 4 kilometer yang menjadi kewenangan dari Pemerintah Kabupaten Brebes, warga berharap pemerintah dapat segera merealisasinya. Kedua adalah berkenaan dengan Balai Desa Karanglo itu sendiri. Menurut Rudi Hartono, kondisi balai desa memerlukan sejumlah perbaikan atau renovasi yang signifikan, bukan hanya perbaikan kecil atau minor saja.

Para pemuda di Karanglo juga menyampaikan aspirasi untuk peningkatan lapangan desa selain untuk sepak bola juga dengan penambahan jalur untuk kegiatan lari dan fasilitas penunjang lainnya. Sementara para tokoh masyarakat meminta perhatian bagi keberadaan sejumlah Madrasah di Karanglo yang saat ini menghadapi kendala operasional dan juga bantuan pembangunan Masjid Baitul Muttaqin di Karanglo Selatan.

Esok harinya, Pamor Wicaksono menemui warga Desa Kedung Tukang. Tak kalah meriahnya dengan sambutan sebelumnya, ratusan warga berkumpul di titik paling strategis di desa ini yakni pertigaan jalan desa utama. Atraksi Marching Band menjadi pembuka acara hari ini yang disambut warga dengan meriah.

Mewakili warga, Kepala Desa Kedungtukang, Akrom menyampaikan terima kasih kepada Pamor Wicaksono, dimana atas inisiatif beliau maka pembangunan Jembatan utama yang menjadi pintu gerbang Desa Kedung Tukang dengan jalan utama dapat di bangun. Selain itu, sebagai aspirasi warga dan perangkat desa juga meminta agar Balai Desa Kedungtukang juga diperbaiki menjadi lebih baik. Diakui oleh Akrom bahwa pembangunan seperti ini akan sulit terwujud apabila hanya mengandalkan dana desa atau swadaya masyarakat, mengingat besarnya proyek infrastruktur yang penting ini.

Sementara itu, warga desa yang diwakili kelompok perempuan, menyampaikan aspirasi. Menurut Wiwin, salah satu warga bahwa mereka memerlukan perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan yang lebih baik. Meski jalanan desa sudah ada, namun masih perlu pembangunan lebih lanjut. Selain itu, warga yang lain juga menginginkan perbaikan saluran irigasi bagi pertanian.

Terkait sejumlah aspirasi warga, Pamor Wicaksono berjanji akan menindak lanjuti dengan pemerintah dan instansi terkait. Karena pembangunan infrastruktur, sebagian sudah menjadi agenda dari instansi terkait. Pamor bermaksud untuk mengawal sejumlah proyek pembangunan desa, agar segera terealisasi.

Pamor meminta dukungan warga dan pemerintahan desa agar bersama-sama dapat melakukan pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan yang lebih baik. Tanpa kerja sama antar warga, pemerintah termasuk Lembaga legislatif, maka akan sulit roda pembangunan dapat berjalan dengan baik, pungkasnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here