Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan melalui Direktorat Pendayagunaan Tenaga Kesehatan membuka peluang kerja ke luar negeri kepada para Alumni Politeknik Kesehatan (Poltekkes) dan Pasca Penugasan Khusus. Sebagaimana diketahui bahwa saat ini Indonesia telah mendapatkan izin untuk mengirimkan tenaga kesehatan ke luar negeri dengan surplusnya perawat Indonesia dan permintaan dari beberapa negara, diantaranya Arab Saudi, Jerman, Jepang, Singapura, dan Qatar.

“Permintaan atas perawat Indonesia sangat besar. kita baru bisa memenuhi 29% dari permintaan G to G. Gapnya dimana? karena bahasa” ucap Arianti Anaya, Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, pada pembukaan Konvensi Pendayagunaan Tenaga Kesehatan ke Luar Negeri, yang berlangsung pada 21-23 November 2023, di Tangerang.

Menurutnya, salah satu upaya dalam meningkatkan kompetensi para tenaga kerja ini adalah kemampuan bahasa yang perlu disiapkan dari semester 1 (satu) sehingga tidak membuang waktu, sambungnya. Ia bahkan berharap dengan banyaknya perawat yang dikirim ke luar negeri, bisa mendukung kualitas Transformasi Sumber Daya Manusia yang saat ini masih banyak perawat yang belum memenuhi standar internasional.

Dalam konvensi ini dilakukan sejumlah pertukaran informasi peluang kerja ke luar negeri, pengalaman dan juga tentang bagaimana mempersiapkan alumni Poltekkes untuk bisa memasuki program kerja seperti Ini. Hadir dalam kesempatan ini adalah sejumlah perwakilan dari pemangku kepentingan seperti para pakar yang berasal dari dari Giz Jerman, Badan Perlindungan Perkerja Migran Indonesia (BP2MI), Handi Network International, LPK Bahana Inspirasi Muda, Goethe Intitut, Binawan Inti Utama, Top Rank Academy Filipina, La Trobe University, dan Stikes Budi Luhur, Cimahi.

Sony Dwiariyandi, Direktur LPK Bahana Inspirasi Muda sekaligus perwakilan dari Handi Network International di Indonesia mengatakan bahwa acara ini sangat luar biasa dan penuh inovasi. Hal ini bisa sangat membantu penyebaran informasi bagi generasi muda kerja ke luar negeri, khususnya ke Jepang. Kami juga menyediakan beasiswa yang sangat disayangkan kalo dilewatkan.

Oleh sebab itu, ia sangat berterima kasih telah diajak berpartisipasi dalam kegiatan ini oleh Kemenkes. Ia juga berharap ditahun-tahun yang akan datang, kegiatan ini masih terus dilangsungkan dan semakin besar atau banyak pesertanya.

LPK Bahana Inspirasi Muda juga terus mendorong partisipasi program kemenkes dengan memberikan pelatihan tenaga kesehatan agar dapat memenuhi standar tenaga kerja kesehatan di Jepang, dengan pengenalan budaya, pelatihan bahasa, serta informasi dan kemampuan lainnya sebagai penunjang kesiapan untuk bekerja di Jepang. Hal ini menjadi komitmen untuk terus membantu tenaga kesehatan berkesempatan berkarier di Jepang.

Selain penyampaian materi dan diskusi, para peserta juga bisa mengikuti coaching kepada mitra di career expo sehingga peserta bisa langsung konsultasi dan mendaftar peluang kerja ke luar negeri. Melalui Konvensi ini, Poltekkes Kemenkes sepakat untuk membuat program dan inovasi penguatan serapan lulusan ke luar negeri.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri oleh para Direktur Poltekkes Kemenkes, perwakilan dari Kementerian Tenaga Kerja, Alumni Poltekkes dan universitas lain, Tenaga Kesehatan Paska Penugasan Khusus, dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini