Eksposisinews – Bank sentral Australia melakukan besar dengan mengurangi stimulusnya yang cukup masif. Langkah ini dilakukan karena sektor lapangan kerja Australia menunjukkan pemulihan yang jauh sangat kuat.

Reserve Bank of Australia (RBA) juga kembali mengingatkan bahwa kemungkinan akan kenaikan suku bunga belum akan terjadi dalam waktu dekat.

RBA mempertahankan suku bunga di rekor terendah 0,1%, keputusan yang sudah diperkirakan oleh para ekonom dan pasar secara luas. Dan dengan tegas, bank sentral australia mengatakan akan perlunya untuk mempertahankan suku bunga setidaknya hingga 2024. Ini sebagai salah satu upaya bank sentral membantu memicu tekanan upah dan inflasi.

Dalam keputusannya kali ini, RBA juga masih mempertahankan target imbal hasil obligasi tiga tahunnya sebesar 0,1% yang jatuh tempo pada April 2024. Bank sentral juga mengumumkan program pelonggaran kuantitatif putaran ketiganya namun dengan besaran yang lebih kecil dari 2 putaran sebelumnya.

Keputusan yang diambil Bank Sentral Australia itu terhadap program pelonggaran kuantitatif RBA dan pernyataannya menimbulkan kesimpulan pasar sebagai keputusan hawkish. Ini menghantarkan dolar Australia melonjak hampir 1% terhadap dolar AS ke level $0,7599.

Meski demikian, Gubernur RBA, Philip Lowe menyeret kembali harga pasar, dengan mengatakan dewan “belum berpikir” untuk menaikkan suku bunga bahkan tidak pada tahun 2023. Karena bank sentral terus berupaya meredam tekanan inflasi.

Gubernur Bank Sentral Australia

Lowe sangat menyambut baik pemulihan ekonomi Australia yang lebih cepat dari resesi yang disebabkan oleh pandemi. Namun, Lowe mengatakan pertumbuhan upah belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan memperkirakan kenaikan upah kemungkinan akan bertahap.

“Keputusan hari ini diambil dengan latar belakang ekonomi yang telah bangkit kembali lebih awal dan lebih kuat dari yang diharapkan,” katanya dalam konferensi media.
“Skenario utama kami masih pada kondisi kenaikan suku bunga tidak akan terpenuhi sampai tahun 2024.”

Sebelumnya, RBA mengatakan paling cepat 2024 kenaikan suku bunga terjadi, sehingga mendorong beberapa ekonom menganggap langkah RBA sebagai hawkish.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here