EksposisiNews – Akhir-akhir ini kepolisian mendapat sorotan tajam dari masyarakat karena beberapa oknum polisi mencoreng lembaga tersebut.

Tapi kali ini ada seorang polisi, yakni Kombes Syahrial M. Said yang berprestasi sebagai pemain Team Kobra Indonesia Softball Master yang menang di East Asia Softball Master 2022, Singapura, Minggu (6/11/2022).

Di PON Papua 2021 Kombes Syahrial juga diberikan amanah menjadi manager team softball putra DKI prestasi yang telah diraih teamnya adalah medali perak

Kombes Syahrial tak hanya menyalurkan hoby main softball semasa remaja, bahkan menunjukkan prestasinya yang gemelang dalam bidang olahraga softball.

Tak main-main, prestasinya yang kini telah diraih tingkat nasional maupun internasional.

Sebuah prestasi yang diharapkan dapat menaikkan citra yang baik dari institusi kepolisian.

Kombes Syahrial M. Said Buktikan Polisi Bisa Berprestasi 1

“Alhamdulilah berkat doa dan dukungan dari semua pihak, kita dua kali main, menang terus tak terkalahkan oleh lawan dari Malaysia, Thailand, Jepang,Singapura, Hongkong, Brunei Darussalam, “ kata Kombes Syahrial M. Said kepada wartawan di Cafe Greyhound, kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Senin (13/11/2022).

Lebih lanjut, pria berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes) ini menerangkan, bahwa ini merupakan prestasi yang telah dinantikan setelah dua tahun vakum akibat Covid-19.

“Dari semi final Team Kobra Indonesia menang bertanding dengan Team Brunei Darussalam. Kemudian di final, kita juga menang bertanding dengan Team Brunei Darussalam, “ terangnya penuh kebanggaan.

Menurut Kombes Syahrial, Tim Kobra terdiri dari ex pemain nasional yang terpanggil untuk memperkuat team masters yang dikategorikan kelompok usia minimal 40 tahun ke atas.

“Satu team sembilan orang. Ada pemain cadangannya, karena usia kita rentan cedera, “ bebernya.

Kombes Syahrial menyebut dirinya dari dulu dilatih Donny Kesuma.

“Saya ikut seleksi terpilih dan kemudian tetap ikut seleksi lagi, terpilih lagi. Karena mungkin memenuhi syarat jadi saya masuk team, “ paparnya.

Setiap ikut seleksi, Kombes Syahrial minta surat tugas dari pimpinan kepolisian.

Kalau sudah di-acc barulah dirinya berangkat, karena tidak mengganggu tugasnya di kepolisian dengan jadwal latihannya setiap week end.

“Kebijakan ada pada pimpinan. Pada prinsipnya pimpinan kepolisian mendukung penuh, selain tugas negara di kepolisian, “ tandas Kombes Syahrial.

Sedangkan, Donny Kesuma menyampaikan bahwa Team Kobra Indonesia belum jadi klub tapi masih komunitas.

“Kita memilih pemain dari setiap daerah yang mempunyai potensi terbaik di bidangnya. Pak Kombes Syahrial itu salah satunya yang punya kemampuan utility, posisi di semua tempat, kebutuhan team memang demikian,“ katanya.

Lelaki kelahiran Bandung, 6 Juni 1968, ini mengaku salut kepada Kombes Syahrial.

“Beliau dari segi kepolisian tetap mengemban tugas negara, dan dari segi hoby, bukan sekedar menyalurkan hoby, melainkan sampai berprestasi, prestasinya internasional, “ ungkapnya mantap.

Untuk kali ini, Donny mengaku dirinya tidak main karena tiga tahun vakum sejak Covid-19.

“Saya tidak turun main, tapi hanya menjadi official saja. Sekarang mau recovery, insya Allah tahun depan bisa main lagi. Kalau di atlet kita persiapannya bukan hanya sekali atau dua kali kejuaraan tapi jangka panjang,“ tegas aktor, pembawa acara dan politikus, yang memulai kariernya dari dunia olahraga sebagai atlet softball.

Menurut Donny, performa Kobra tahun ini cukup surprise, apalagi ada beberapa pemain baru, kita persiapannya cukup panjang hampir enam bulan, meski belang-bentong, tapi setiap minggu pasti ada latihannya, satu hari.

“Karena kita semua rata-rata sudah senior, kita punya kewaspadaan sendiri, dimana kita harus menambah sendiri latihannya, seperti Pak Kombes Syahrial yang punya kemauan sendiri untuk menambah latihan sendiri, fisik maupun teknis, “ bebernya.

Donny menyatakan, bahwa Team Kobra ini bukan klub tapi komunitas karena orang-orangnya sudah mempunyai wawasan tersendiri mengenai olahraga itu sendiri.

“Jadi kekurangan diisi sendiri dengan jadwal latihan di luar, sehingga ketika latihan bersama kekurangannya bisa ditutupi, “ paparnya.

Harapan Donny ke depan, ia ingin tetap mempertahakan pemain-pemain yang berprestasi, tapi tidak menutup kemungkinan pemain-pemain baru.

Master itu pemainnya 40 tahun ke atas. “Jadi pemain yang sudah menginjak umur 40 tahun kita rekrut bagi yang berprestasi, minimal mereka yang mempunyai rasa cinta terhadap olahraga ini, bukan hanya sekedar dia jago atau dia punya prestasi yang hebat, tapi rasa rasa cinta lebih penting untuk kemaunan untuk maju, seperti Pak Kombes Syahrial yang punya rasa cinta pada olahraga ini. Cinta yang lebih besar daripada bakat atau kehebatan tersendiri. Karena rasa cinta bisa memupuk terus untuk bisa menjadi terbaik, “ pungkas Donny Kesuma optimis.

Adapun, Boyke Djohan sebagai pembina sangat mendukung Team Kobra Indonesia Softball Master untuk bertanding di kompetisi East Asia Softball Master 2022.

“Alhamdulillah, Team Kobra Indonesia menang, “ tuturnya turut bersyukur.

Sebagai bentuk dukungannya, Boyke pun menggalang beberapa perusahaan untuk menjadi sponsor Team Kobra Indonesia, di antaranya Bank Sahabat Sampoerna dan Timur Bahari.

“Saya memberi apresiasi tinggi kepada Team Kobra Indonesia yang telah mengharumkan nama Indonesia di kompetisi olahraga internasional, apalagi ada Kombes Syahrial seorang polisi yang dengan prestasi ini dapat menaikkan citra polisi, bahwa masih ada polisi-polisi yang baik, bahkan masih ada polisi yang dibanggakan karena memang mampu berprestasi, “ tegas Boyke Djohan menyimpulkan. *** 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here