Kita tentu patut bangga pada Jo Swabra, generasi muda yang masih mau memikirkan caranya menjadi pengelola yang mampu mengelola Cagar Budaya Pekuburan Tua Padwa di daerahnya dengan baik.

Kampung Jo adalah salah satu destinasi cagar budaya di Papua, namanya Pekuburan Tua Padwa. Jo termasuk sosok inspiratif yang terpanggil untuk peduli cagar budaya tersebut.  Dibutuhkan kepedulian dan perhatian baik oleh pemerintah maupun masyarakat agar situs ini tetap ada dan bisa dikembangkan sebagai salah satu obyek wisata sejarah yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakan dan daerah ke depannya.

“Saya sadar betul bahwa bangsa atau negara yang kuat adalah bangsa yang menjaga dan melestarikan budayanya. Itulah alasan utama saya terpanggil untuk melestarikan cagar budaya di daerahku, “ kata Yoel Swabra menuturkan awal dirinya merasa terpanggil untuk peduli Cagar Budaya Pekuburan Tua Padwa kepada wartawan, Rabu (29/1/2020).

Lelaki kelahiran Padwa, Biak, 16 Juni 1992 itu menerangkan peduli Cagar Budaya Pekuburan Tua Padwa sudah tertanam sejak kelas 3 SD, dimana Hengki Swabra, ayahnya, adalah penjaga situs Cagar Budaya Pekuburan Tua Padwa dari tahun 1986 sampai sekarang.

“Jadi itu sudah tertanam sejak kecil, dimana saya diajarkan oleh ayah saya untuk harus menjaga dan melestarikan aset budaya karena 10 atau 20 tahun mendatang akan menjadi pendapatan untuk kampung apabila dikelola dengan baik, dan puji Tuhan sejauh ini sudah tampak hasilnya, “ terang anak dari pasangan Hengki Swabra dan Susana Swabra ini.

Kisah Inspiratif Jo Swabra Terpanggil Peduli Cagar Budaya Pekuburan Tua Padwa 1

Selain itu, Jo, sapaan akrabnya, dulu punya keinginan bercita-cita menjadi tour guide karena semasa kecil ia selalu mengantar tamu-tamu mancanegara yang berkunjung ke kampungnya untuk melakukan penelian, dan lain-lain. “Kedua, karena saya berpikir kalau saya bisa berbahasa Inggris maka saya bisa berkunjung ke negara-negara lain di dunia dan puji Tuhan saya sudah berkunjung ke kurang lebih delapan negara, yaitu satu negara Timur Tengah dan tujuh negara Eropa, “ tutur Jo yang kini kerja menjadi bagian Team Management Gluten Free Kitchen Ubud Bali itu penuh rasa syukur.

Di Gluten Free Kitchen Ubud Bali, Jo bertugas untuk mengelola outlet yang baru, yaitu Luv Brownies, cabang dari Gluten Free Kitchen Ubud dan masih satu owner. Sebelumnya, sekitar enam bulan, Jo bertugas jadi supervisor Gluten Free Kitchen Ubud.

Jo menyebut keluarga sangat mensupport dirinya, walaupun kadang ada mis kominukasi. “Tetapi itu hal biasa dan mereka terus mensupport saya hingga sekarang demi kemajuan pariwisata di daerahku, “ ucapnya bangga.

Saat ditanya, pengalaman apa yang paling berkesan selama mengelola cagar budaya. Dengan tenang, Jo memberikan jawaban, “Saya selalu berkomunikasi dengan para tamu atau pengunjung, kesempatan itu biasanya saya dikasih baju, buku, dan yang terpenting merasa bangga karena secara langsung saya dapat belajar berkomunikasi dengan para turis.”

Menjalani pekerjaan tentu ada suka-dukanya. Begitu juga dengan Jo selama mengelola Cagar Budaya Pekuburan Tua Padwa. “Sukanya saya adalah selalu membersihkan tempat wisata tanpa perlu dibayar karena di situ sudah menunjukkan seberapa besar niat saya untuk mengembangkan pariwisata di daerahku,” ucap Jo tampak begitu sangat bersemangat.

Kisah Inspiratif Jo Swabra Terpanggil Peduli Cagar Budaya Pekuburan Tua Padwa 2

Jo berharap ke depan pariwisata di Indonesia pada umumnya. “Dan, Papua pada khususnya daerahku lebih maju lagi dalam hal mengelola daerah-daerah wisata dengan cara menyiapkan SDM yang mampu dan siap memajukan pariwisata, “ ujar Jo yang pernah setahun kuliah di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Fakultas Fisipol Jurusan Hubungan Internasional angkatan 2017/2018, tapi tidak selesai karena waktu itu karena ia harus ikut program pertukaran budaya ke Eropa selama satu tahun di Belanda.

Jo termasuk orang yang aktif bermasyarakat dengan mengadakan berbagai kegiatan untuk masyarakat. Harapan Jo ke depan terhadap Papua khususnya dan Indonesia pada umumnya. “Untuk Papua ke depan saya berharap khususnya para pemuda untuk harus terus berkarya dengan talenta kita masing-masing untuk memajukan Papua dan mewujudkan Papua yang mandiri dan siap bersaing dalam bidang apapun, “ Jo mengharapkan.

Menurut Jo, masyarakat Papua khususnya di daerahnya ke depan harus lebih banyak belajar tentang bagaimana menjadi pengelola pariwisata yang baik. “Kalau sudah baik, harus lebih baik lagi, “ tegas Jo.

Adapun, impian dan harapan Jo terhadap Papua khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk 10 tahun ke depan. “Untuk Papua, harapan saya semoga 10 tahun ke depan sudah sama seperti Bali dimana bisa banyak tamu-tamu mancanegara dapat berkunjung ke Papua. Sedangkan, untuk Indonesia, kita harus lebih baik lagi agar kita siap untuk bersaing di dunia internasional, “ pungkas Jo sumringah.

Kisah Inspiratif Jo Swabra Terpanggil Peduli Cagar Budaya Pekuburan Tua Padwa 3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here