Dunia nyanyi bagi Asty Dewi sudah menjadi panggilan hidupnya, bahkan sudah mendarah daging. Lingkungan keluarganya dari kecil dikelilingi orang-orang yang konsisten menggeluti dunia nyanyi. Sebutlah, mulai dari Gesang yang begitu melegenda. Ia adalah cucu angkat sang maestro seni keroncong Indonesia. Sebuah kebanggaan bagi dirinya sejak kecil diasuh Gesang dan sekarang ia merasakan berkahnya menjadi penyanyi yang mumpuni.

Kisah Inspiratif Asty Dewi, Cucu Angkat Gesang, Tekuni Nyanyi 1

Setelah dewasa, Asty dan Nuning menyanyi bersama Waldjinah, ratu keroncong, dalam lagu “Ayo Ngguyu” yang dianugerahi penghargaan Pemenang AMI Awards 2015. Asty juga menyanyi dengan Didi Kempot (alm), bahkan turut tampil bersama sang legenda Godfather of Broken Heart acara Es Campur Es di TV tahun 2000.

Kisah Inspiratif Asty Dewi, Cucu Angkat Gesang, Tekuni Nyanyi 2

“Sejak kecil saya sudah senang menyanyi, kebetulan simbah, bude, pakde saya juga seniman. Dan saya sering melihat beliau-beliau di saat latihan dan pentas di berbagai tempat. Dari situ timbul keinginan saya untuk mengikuti jejak karir beliau-beliau, khususnya keroncong, “ kata Asty Dewi menuturkan awal ketertarikannya menjalani karier sebagai penyanyi, seusai zoom meeting Yuuk Nyandu (Nyantai Dulu) yang digelar Indonesian Diaspora Network Nederland (IDN-NL), Minggu (18/4/2021).

Lebih lajut, Asty menerangkan, kelas 3 SD dirinya pertama kali mewakili lomba porseni Macapat, dan selalu mendapat juara. Setiap tahun ia selalu membawa piala untuk sekolahnya. Begitu seterusnya hingga SMP, pernah juga juara 1 tingkat Jateng. Menginjak remaja, ia menjadi sering mengikuti ajang kompetisi nyanyi baik pop maupun keroncong.

“Dari SMP setiap hari libur saya diajak simbah dan bude ikut beliau menyanyi di tempat hajatan, dan mulai mendapat uang jajan dari nyanyi ,saya senang sekali.Ternyata menyanyi adalah kehidupan saya, saya hidup dari nyanyi, “ terangnya penuh kepercayaan diri.

Kisah Inspiratif Asty Dewi, Cucu Angkat Gesang, Tekuni Nyanyi 3

Menjalani sebuah profesi tentu ada suka dukanya. Begitu juga Asty dalam menggeuti dunia nyanyi. “Suka duka menyanyi, banyak sukanya, Selain banyak mengenal dan bertemu langsung tokoh-tokoh legenda Indonesia, dengan menyanyi saya bisa sekaligus keliling daerah, bahkan sampai ke luar negeri jadi tahu beragam budaya adat istiadat, “ ungkapnya bangga .

Dukanya, lanjut Asty, ia pernah suatu acara hajatan kampung di suatu daerah saya tidak bisa menuruti lagu yang mereka mau. “Saya dipaksa turun dari panggung. sedih dan miris sekali hati saya waktu itu, “ kenangnya.

Kisah Inspiratif Asty Dewi, Cucu Angkat Gesang, Tekuni Nyanyi 4

Saat ditanya, pengalaman apa yang paling berkesan selama menggeluti dunia nyanyi? Dengan tenang, Asty memberikan jawaban, “Banyak sekali pengalaman yang berkesan dalam menyanyi. Salah satunya yang paling berkesan pada tahun 2010 saya diberi kesempatan menyanyi di China, untuk mewakili Indonesia dalam rangka ulang tahun kota Nanning, acara Festival Folk Song International. Saya membawakan lagu Bengawan Solo dan Sing Sing So. Yang mensponsori almarhum Bapak Hindarmin Susilo GNP (Gema Nada Pertiwi) Jakarta.”

Pendapat Asty mengenai perkembangan dunia nyanyi sekarang ini. “Perkembangan dunia nyanyi saat ini cukup bagus, banyak bibit-bibit muda yang memiliki suara emas, “ bebernya.

Harapan Asty ke depan mengenai  dunia nyanyi. “Harapan saya untuk ke depan, dunia musik dan nyanyi bertambah maju, banyak inovasi, tetapi jangan meninggalkan yang asli juga, “ harapannya.

Selain nyanyi, ternyata Asty menekuni pekerjaan lainnya. Diawali dengan memutuskan pindah dan menetap sejak tahun 2015 di Belanda, suatu hal yang tidak mudah baginya, ia harus meninggalkan semua karir nyanyinya di Indonesia, demi ikut sang suami dan kini menjalani sebagai ibu rumah tangga pada umumnya. Karena di Belanda “menyanyi” tidak lagi sebagai penghasilan utama, tapi hanya sekedar hobby untuk waktu luang saja. Ia menganggap menyanyi di Belanda tidak bisa untuk hidup. Tetapi kalau tidak bekerja, ia merasa bosan juga di rumah karena di Belanda sepi tidak seperti di Indonesia. “Selain menyanyi saya menyalurkan hobby saya merias pengantin, nari juga. Saya pernah bekerja di perusahaan catering dan cleaning service kantor juga .Dan di Belanda apapun pekerjaannya adalah sama kedudukannya. pernah juga sebagai penyiar radio Jawa di sini, “ paparnya.

Kisah Inspiratif Asty Dewi, Cucu Angkat Gesang, Tekuni Nyanyi 5

Pengalaman Asty dan keluarga dalam menghadapi Pandemi Covid-19, dimana pada Desember tahun lalu ia dan anaknya yang kecil sempat terpapar Covid19. Wah, sempat khawatir juga karena waktu itu yang ia rasakan susah bernafas, tidak bisa mencium bau, badan menggigil dalam waktu cukup lama. hingga sampai sekarang efek yang ia rasakan cepat lelah, dan lamban, dan susah konsentrasi.

“Harusnya tahun kemarin saya pulang ke Indonesia, karena pandemi ini semuanya batal. Sedih sekali belum bisa beraktifitas pentas seni di sini. Tapi saya mencoba untuk bangkit dan berkarya lagi pelan-pelan. Seperti tahun lalu di bulan September saya membikin vidio klip di sini lagu cipt. Bu Dias yg berjudul ‘Nyesek Ing Ati’, lagu ini karya 10 tahun yng lalu. Tapi baru saya bikin vklipnya sekarang. dan lokasinya di Belanda, “ tegasnya.

Kisah Inspiratif Asty Dewi, Cucu Angkat Gesang, Tekuni Nyanyi 6

Adapun, harapan Asty ke depan paska Covid 19. “Saya bisa bertemu dengan orang tua, keluarga besar saya, teman-teman saya di Indonesia, Suriname, Belanda. Dan bisa menyanyi lagi menghibur kembali, semakin berkarya lagi. Semoga situasi ini cepat pulih kembali, “ tandas Asty.

Kisah Inspiratif Asty Dewi, Cucu Angkat Gesang, Tekuni Nyanyi 7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here