Selalu ada jalan bagi orang yang mau berusaha dan kerja keras. Kepasrahan dan keiklasan yang juga menbuatnya merasa selalu ditolong Tuhan sehingga selalu dapat meraih karir tinggi di teman kerja mana pun. Demikian kisah inspiratif Yati Budiardjo yang meraih kesuksesan menjadi Top Leader Indonesia di PT. Toga International Indonesia.

Meraih kesuksesan besar membuat Yati jadi mempunyai jam terbang yang sangat tinggi. Dalam sebulan ia keluar kota terus.untuk meluaskan networknya ke seluruh daerah di Indonesia, bahkan sampai Timor Leste.

“Aku mulai kerja sekitar umur 21 tahun langsung posisiku manajer di sebuah perusahaan percetakan, “ kata Yati Budiardjo Top Leader Indonesia di PT. Toga International Indonesia, menuturkan awal karirnya dalam dunia kerja, kepada wartawan, Jakarta, Kamis (30/7/2020)

Lebih lanjut, Yati menerangkan, bahwa posisinya selalu bagus, karirmya menanjak terus, seperti di antaranya, dapat fasilitas mobil kantor, dapat supir. “Semua itu saya anggap sebagai sebuah keberuntungan dari Tuhan,” terangnya.

Menurut Yati, meski posisinya selalu bagus, karirmya menanjak terus, tapi lama-lama ia jadi mikir kalau kerja terus tentu energi dan tenaganya akan habis. “Kalau mindset-nya kerja terus kan repot, jadi saya berpikir bagaimana punya usaha.  Saya pernah punya perusahaan sendiri bergabung dengan teman-teman, tapi itu tidak bagus karena tidak fokus jadi perusahaan saya akhirnya kolaps, “ kenangnya berbagi pengalaman berharga.

Yati berpikir bagaimana nanti ia bisa punya usaha sendiri, tidak bekerja, tanpa modal tapi bisa mendapat hasil yang maksimal. “Akhirnya saya mengambil keputusan harus network karena bagi saya kalau network pasti bagus, “ tegasnya.

Yati berpedoman kalau ia menjalankan apapun memang selalu ada campur tangan Tuhan. “Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk saya. Jadi saya cepat sekali boomingnya dan melejitnya, “ tuturnya penuh rasa syukur.

Yati menilai tidak semua orang mengerti tentang digital. Di satu ttik orang bingung,mau gabung memakai digital tapi tidak ada produknya. “Saya sempat tidak menjalani apapun karena down,” ujarnya.

Pada tahun 2015 anaknya ingin sekolah di luar negeri, yakni di UK. Padahal ia paling tidak mau jauh dari anak-anak. Anaknya hebat mendapat beasiswa 35 persen.

“Dalam perjalanan, waktu itu saya masih kerja dengan posisi bagus jadi direktur marketing. Saat itu saya ditanya bosku untuk memilih dua piliha, yaitu mau memiliki kerja atau karir. Saya memilih karir karena saya merasa karir saya ini pasti akan jadi besar, padahal gaji saya sangat besar, ternyata hal itu tidak sesuai harapan, “ paparnya panjang lebar.

Yati merasa beruntung karena Tuhan selalu membantu dirinya. Akhirnya ia trading percetakan jadi ia tidak ragu untuk menyekolahkan anak saya di UK. Tapi sewaktu mau sekolah suaminya struk yang membuatnya stres. “Semua aset saya jual, karena trading orang tidak bayar aku jadi saya mau nggak mau harus bayar percatakan. Saya sampai menjual apartemen dan mobil. Anak saya yang perempaun sampai tiap hari harus jalan kaki 20 KM. Sedangkan anak saya yang cowok juga kemana-mana harus pakai gojek karena mobil dijual, “ kenangnya.

Pada tahun 2017, Yati ketemu Toga, “Saya gabung di Toga langsung melejit banget dalam sembilan bulan dapat BMW, kemudian dalam dua tahun dapat beli apartemen lagi. Bahkan mobil sport, “ ungkapnya bangga.

Menurut Yati, di Toga sebenarnya murni MLM (Multi Level Marketing), tapi perusahaan memberikan kesempatan bagi orang yang sudah menjalankan MLM untuk memiliki saham big data. “Karena orang yang memiliki saham boleh menukarkan sahamnya. Kenaikannya selalu sangat luar buiasa. Teman-teman yang saya ajak juga mendapat kesuksesan yang sangat luar biasa, “ ujarnya.

Prinsip Yati sehingga dirinya selalu dapat mencapai karier tinggi. Niatannya ingin membantu orang lain, dengan membantu orang lain. ia ingin anak-anaknya sukses. “Sehingga saat saya sedang down itulah yang membuat saya jadi semangat untuk bangkit dengan kerja keras agar sukses. Saya maunya kalau mengajak teman-teman bisa sama-sama sukses, “ tegasnya.

Suka-duka Yati selama bergabung dengan Toga, dimana ia mengajak banyak orang untuk gabung, tapi semua masalah yang timbul selalu dibebankan pada dirinya. “Saya bertanggung jawab dan siap membantu sampai masalahnya selesai, “ tegasnya.

Obsesi Yati kalau network yang dibangunnya di Toga ke depan selalu maju terus, ia ingin membuat yayasan untuk membantu anak-anak yatim piatu. “Saya ingin hasil kerja saya dapat juga bermanfaat bagi masyarakat dan bisa turut merasakan apa yang saya dapatkan. Bagi saya yang penting hati kita bersih sehingga membuat saya selalu dapat meraih kesuksesan,“ pungkas Yati Budiardjo sumringah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here