Dawn over petroleum pump.

Harga minyak mentah naik kembali di perdagangan sesi Asia pada hari Selasa  (24/01/2023) di tengah harapan datangnya pemulihan permintaan bahan bakar dari importir utama China, meskipun kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi AS membatasi kenaikan. Harga minyak mentah Brent terkoreksi 7 sen ke $88,12 per barel pada 14:15 WIB, setelah naik ke $88,36. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 5 sen menjadi $81,67, setelah naik ke $81,88 di awal sesi.

Komoditas seperti minyak mentah, produk minyak sulingan, LNG, dan kedelai akan diuntungkan dari rebound permintaan China. Harga minyak mentah di pasar fisik telah memulai tahun ini dengan reli, karena China, yang tidak lagi tertahan oleh kontrol pandemi, telah menunjukkan tanda-tanda pembelian lebih banyak dan karena para pedagang khawatir sanksi terhadap Rusia dapat memperketat pasokan.

Selain itu, Dolar AS yang masih berenang di sekitar level terendah multi-bulan ini menopang harga minyak tetap tinggi. Indek Dolar (DXY) berendam di dasar kolam terendah sembilan bulan ini terhadap euro dan memberikan kembali kenaikan baru-baru ini terhadap yen, karena para pedagang terus mengukur risiko resesi AS dan jalur kebijakan Federal Reserve.

Greenback yang lebih lemah membuat komoditas berdenominasi dolar, termasuk minyak, lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Di Amerika Serikat, perekonomian masih bisa berputar dan beberapa pedagang energi masih skeptis tentang seberapa cepat permintaan minyak mentah China akan bangkit kembali pada kuartal ini. Dalam minggu ini misalnya, para trader akan mengamati lebih banyak data bisnis yang dapat mengindikasikan kesehatan ekonomi global selama musim pelaporan pendapatan.

Di sisi inventaris, stok minyak mentah dan bensin AS diperkirakan meningkat minggu lalu, sementara stok sulingan terlihat lebih rendah, jajak pendapat Reuters awal menunjukkan pada hari Senin. Jajak pendapat dilakukan sebelum laporan dari American Petroleum Institute dan Lembaga Informasi Energi, bagian statistik dari Departemen Energi AS.

Secara teknis, harga minyak mentah WTI memulai minggu ini dengan nada tidak meyakinkan di sekitar angka 81,00. Pergerakan pasar di hari Senin dimana terjadi kenaikan open interest dan volume, memperlihatkan keragu-raguan lebih lanjut dalam waktu dekat. Sementara itu, tampaknya SMA 100-hari di sekitar $82,00 terus membatasi potensi kenaikan lebih lanjut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here