Penandatanganan kesepakatan antara Jatelindo dengan Bank Mandiri di Jakarta pada Jumat (17/11/2023). Foto oleh Herman Effendi/Eksposisi News

PT Jatelindo Perkasa Abadi (Jatelindo) dan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) telah memainkan peran penting dalam mengembangkan ekosistem transaksi digital di Indonesia. Selama 13 tahun bekerja sama, keduanya terus melakukan inovasi layanan transaksi digital untuk memberikan manfaat yang maksimal bagi korporasi, mitra dan masyarakat.

Di Era ekonomi digital yang berkembang dinamis, mendorong kedua pihak untuk lebih meningkatkan eskalasi dalam mengembangkan layanan perbankan digital yang dapat memberikan service excellent kepada para mitra keduanya, sekaligus mendorong percepatan penetasi program Bank Indonesia yaitu penggunaan pembayaran non tunai (cashless) di masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen atas kolaborasi program-program pengembangan layanan digital di masa mendatang, Jatelindo dan Bank Mandiri melakukan penandatanganan nota kesepahaman pada Jumat (17/11/2023) di Jakarta. Dilakukan oleh Thomas Wahyudi selaku Senior Vice President – Transaction Banking Retail Sales, Bank Mandiri dan Armanto Idham Hadju selaku Presiden Direktur Jatelindo.

Armanto Idham Hadju mengatakan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah penting bagi Jatelindo untuk memperkuat komitmen dalam memajukan pembayaran digital dengan mitra strategis seperti Bank Mandiri.

“Kami akan maksimalkan kesempatan ini untuk mengembangkan ekosistem transaksi digital yang inklusif dan adaptif sesuai dengan tren yang berkembang,” kata Armanto.

Selanjutnya Bank Mandiri akan memberikan solusi pembayaran yang bisa diadopsi oleh Jatelindo pada mitra mereka dan masyarakat pengguna FELLO e-money milik Jatelindo.

Lewat kesepakatan ini, Armanto berharap akan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih baik antara Jatelindo dan Bank Mandiri, demi memberikan layanan terbaik dalam mendukung kebutuhan layanan pembayaran digital, baik untuk mitra agen maupun masyarakat secara umum.

Armanto juga menambahkan, pendapatan transaksi selama tahun 2022 mencapai Rp 80 triliun, yang mana dari jumlah tersebut Rp 55 triliunnya dikontribusikan dari Bank Mandiri. Tahun 2024, Armanto optimis bisa memperoleh pendapatan  hingga Rp 120 triliun. “Kami berupaya meningkatkan kerja sama dengan berbagai mitra, dan fokus pada UMKM dan masyarakat yang masih cash basic menjadi cashless society. Dengan berkalaborasi dengan Bank Mandiri, kami optimis bisa mencapaii target tersebut.

Thomas Wahyudi mengapresiasi komitmen Jatelindo yang menurutnya selalu berinovasi dalam memberikan solusi untuk kemudahan bagi mitra-mitranya.  Dia berharap melalui kerja sama ini bisa membawa kemajuan bisnis yang optimal bagi kedua belah pihak.

“Saat ini Bank Mandiri telah menjadi salah satu bank dengan lini produk transaksional online terlengkap sehingga dapat memenuhi berbagai kebutuhan nasabah, baik di perkotaan maupun perkampungan. Hal ini sejalan dengan visi kami menjadi mitra financial utama pilihan nasabah melalui solusi perbankan digital yang handal dan simpel, yang menjadi bagian hidup nasabah,” katanya.

Sebagai perusahaan biller aggregator yang telah berpengalaman selama 19 tahun, Jatelindo telah membangun reputasi yang kuat dalam menyediakan layanan koneksi biller pada perusahaan besar di berbagai sektor bisnis.  Jatelindo berhasil mencatat jumlah volume transaksi rata-rata sekitar Rp.7 triliun per bulan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini