Eksposisi.com, Jakarta – MRG Films kerja sama dengan Mabes Polri memproduksi film Sang Prawira. Sebagaimana judul yang disandangnya, film ini berkisah tentang lika liku perjuangan seorang pemuda untuk menjadi anggota perwira kepolisian.

“Selama ini institusi Polri sudah berusaha dalam proses rekruitmen, baik untuk taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara Polri, maupun Tamtama, “ kata Kapolda Sumatra Utara (Sumut) Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. saat acara Gala Premiere Film Sang Prawira di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/11/2019).

Lelaki kelahiran Blora, Jawa Tengah, 16 Februari 1967, itu lebih lanjut mengajak masyarakat untuk mendaftar menjadi anggota Polri. “Kita semua anggota Polri berasal dari mana saja. “Jangan ragu untuk mendaftarkan diri menjadi anggota Polri, “ terang Irjen Agus.

Menurut Irjen Polri, film ini menggambarkan bagaimana masyarakat biasa juga bisa menjadi anggota Polri. “Dalam film diwakili oleh Horas yang punya tekad yang kuat untuk mendaftar jadi anggota Polri sehingga dapat tercapai yang diidamkannya menjadi anggota Polri, “ ungkapnya.

Dalam film ini, kata Irjen Agus, juga mengangkat kearifan lokal, budaya dan daerah wisata Sumatera Utara. “Untuk mempromosikan pariwisata Sumatera Utara, yang tak hanya Danau Toba, tapi juga Tanah Karo, Berastagi dan potensi wisata lainnya, “ paparnya.

tertantang

Sementara itu, sutradara Ponti Gea menyampaikan proses pembuatan film tersebut. “Ide awalnya memang dari Bapak Kapolda Sumatera Utara yang berniat untuk membuat film yang didukung anggota dan staf Kapolda,” ucapnya.

Ponti mengaku tertantang saat ditawarkan untuk menggarap film tersebut. “Beliau meminta agar film ini melibatkan banyak anggota Polri menjadi pemerannya, saya merasa tertantang dan berusaha untuk mengarahkan, dan memang para angota Polri bisa berakting sebaik mungkin, “ Ponti memuji.

Film ini, kata Ponti, membutuhkan biaya yang cukup besar. “Karena lokasi syutingnya tak hanya di Medan, tapi juga Jakarta dan Semarang, dimana kita harus membawa kru film dari Medan ke lokasi yang cukup jauh itu, “ tandasnya.

istimewa

Keistimewaan film ini karena melibatkan Kapolda Sumut Utara Irjen Agus yang berperan sebagai tukang pos yang rajin mengantarkan surat kepada seorang guru di sebuah sekolah SMA. Sang guru perempuan adalah Evi, yang tak bukan adalah istri dari Irjen Agus.

Film ini melibatkan banyak perwira kepolisian daerah Sumatera Utara sebagai pemainnya. Seperti di antaranya, para perwira yang menjadi aktor rata-rata berpangkat Ipda (Inspektur Dua Polisi), yakni Ipda Adityo ACP, Ipda Dimas Adit S, dan Ipda M Fauzan Yonnadi. Karena film ini melibatkan banyak perwira polisi sehingga mendapat penghargaan dari MURI (Museum Record Indonesia) sebagai film paling banyak diperankan perwira polisi.

Selain para perwira kepolisian, film ini juga menampilkan akting sejumlah pejabat. Seperti di antaranya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, Menko Maritim Luhut Panjaitan, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Juga tak ketinggalan, film ini menampilkan aktris muda Anggika Bolsterli. Serta Ayu Azhari bersama Mike Tramp, suaminya, vokalis White Lion, dan Axel, anaknya,  yang mengisi soundtrack film ini.

Film Sang Prawira tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 28 November 2019 mendatang.

Istimewanya Film Sang Prawira Libatkan Kapolda Sumut, Perwira Polisi hingga Pejabat 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here