Intervensi Beijing Dongkrak Bursa Regional

Eksposisinews – Sesuai dugaan, intervensi Tiongkok ke bursa lokal telah memicu sentimen positif utamanya di hampir semua bursa regional. Secara keseluruhan pasar masih gamang mengingat belum semua data AS rilis serta kecemasan the Fed akan kembali menaikkan suku bunga.

Beberapa kebijakan yang dilakukan Tiongkok meliputi pemotongan biaya transaksi saham, dana talangan untuk menopang sektor properti dan mengizinkan peluncuran retail fund memberi sedikit rasa lega ke pasar. Beberapa bursa berhasil menguat meski tidak dalam level yang meyakinkan.

Dari bursa Jepang dilaporkan, MSCI Asia Pacific index menguat 1,0%, Nikkei menguat 1,6% di tengah-tengah situasi melemahnya yen. Dari Eropa EUROSTOXX 50 menguat 0,7%.

Pasar juga menantikan data inflasi Eropa yang baru akan rilis beberapa hari ke depan untuk mengetahui apakah bank sentral Eropa juga akan menaikkan suku bunga. Berbeda dengan ECB dan BOE, Bank of Japan justru menyatakan perlunya kebijakan moneter yang lebih longgar.

Dari pasar forex, yen justru tertekan pada posisi 146,40. Sementara euro mendekati level tertinggi pada 158,20 terhadap yen. Sebaliknya euro malah melemah terhadap dolar pada level $1,0808.

Akibat tingginya imbal balik obligasi AS dan kuatnya nilai tukar dolar, emas tertahan di angka $1.915 per ounce. Sementara harga minyak menguat tipis berkat naiknya harga solar AS. Minyak Brent naik dan berada di level $84,49 per barrel dan minyak mentah AS naik menjadi $79,89 per barrel.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini