ASITA Pariwisata menggelar RAKERNAS di Jakarta selama Kamis - Jumat (30/11-01/12/ 2023). Foto Lukman Hqeem / Eksposisi News

Industri Pariwisata sempat luluh lantak digempur wabah Covid-19 dan kini dapat dikatakan sebagai era normalisasi. Dimana para pelaku usaha diharapkan dapat melakukan inovasi dan kreatifitas mereka dengan ditopang oleh teknologi khususnya internet. Beradaptasi dengan perubahan setelah pandemic bukan lagi sebuah pilihan, namun menjadi kewajiban jika ingin tetap bernapas panjang.

Dewan Pengurus Pusat ASITA Pariwisata menggelar Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) bertemakan “Kolaborasi dan Sinergi Potensi ASITA Pariwisata Untuk Penguatan dan Pemberdayaan Industri yang Berkelanjutan” di Wisma Maktour Jakarta Timur, pada hari Kamis, 30 November 2023 hingga besok. RAKERNAS ini diikuti oleh 57 peserta yang berasal dari 12 pengurus DPD ASITA Pariwisata dan 2 DPC. Dewan Pengurus Daerah ASITA Pariwisata yang hadir adalah dari DKI. Jakarta, DI. Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Riau dan Sumatera Barat. Sementara Dewan Pengurus Cabang yang hadir dari Malang dan Balikpapan. Ada 5 DPD yang berhalangan hadir, yakni Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Maluku, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara.

Hasiyanna Ashadi, sebagai Ketua DPD DKI Jakarta sekaligus Ketua Panitia RAKERNAS ASITA Pariwisata 2023 ini menjelaskan bahwa ada sejumlah pokok agenda pokok yang dilakukan dalam kegiatan ini. Dimana hal ini akan menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja DPP ASITA Pariwisata dan kinerja kepengurusan tahun 2023. Termasuk didalamnya, adalah melaporkan posisi keuangan DPP ASITA tahun 2023 sesuai hasil pengawasan dan pemeriksaan dari Auditor Independen.

Inovasi dan Kreatifitas Berperan Penting Dalam Menormalisasi Pariwisata Nasional 1
ASITA Pariwisata menggelar RAKERNAS di Jakarta selama Kamis – Jumat (30/11-01/12/ 2023). Foto Lukman Hqeem / Eksposisi News

Ia menjelaskan bahw lewat RAKERNAS ini juga akan ditampung usulan-usulan dan masukan hingga kritikan dari para pengurus ASITA Pariwisata baik pada tingkat Pusat, Daerah maupun Cabang. Serta dari para anggota di seluruh Indonesia. Selanjutnya, RAKERNASakan menyusun rencana kerja dan penganggaran DPP ASITA untuk tahun 2024 mendatang.

Artha Hanif, selaku Ketua Umum DPP ASITA Pariwisata dalam sambutannya mengatakan bahwa adanya pandemic Covid-19 ini telah mengubah landskap industri pariwisata serta perilaku konsumen. Untuk itu, para pelaku industri pariwisata harus segera melakukan adaptasi dengan terjadinya “disrupsi” dalam bentuk kenormalan baru (new normal).

Lebih rinci disebutkan olehnya bahwa dengan kenormalan baru ini, industry pariwisata melakukan sejumlah adaptasi termasuk memanfaatkan teknologi digital. Bahkan industry ini digadang-gadang mengalami pertumbuhan digital yang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir ini. Bagaimana tidak, terang Hanif, bahwa para wisatawan kini merencanakan perjalanan baik pra perjalanan hingga sesudahnya dengan memanfaatkan sistem yang terdigitalisasi dengan bantuan teknologi internet.

Hanif memberikan contoh, bagaimana keberadaan Online Travel Agent (OTA) telah mendisrupsi agen perjalanan konvensional. Mengutip hasil kajian Airline Ticket Survey pada 2018, bahwa 92% responden melakukan reservasi secara online. Perubahan pola dan lingkungan bisnis inilah yang membuat para anggota dari Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) meninggalkan bisnis penjualan tiket pesawat dan lebih menitik beratkan pada pengaturan perjalanan wisata baik untuk tujuan domestik atau internasional.

Ia berharap, industri pariwisata setelah tahun 2022 berusaha untuk pulih dan kini terlihat mulai menuju normal. Untuk itu, baik pemerintah dan pelaku usaha tempat wisata serta biro-biro perjalanan dapat melakukan kolaborasi. Ia yakin bahwa anggota ASITA Pariwisata memiliki potensi besar dan kuat dimana lewat kerja sama dan sinergi ini akan membuat kesinambungan industry pariwisata secara berkelanjutan, harapnya.

Mewakili Presiden Joko Widodo, salah satu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Putri Kus Wisnu Wardani yang juga merupakan pengusaha industry pariwisata menyatakan keyakinan dirinya bahwa sektor pariwisata masih akan menjadi sektor penting dalam perekonomian nasional. Terlihat bagaimana paska pandemi, pertumbuhan sektor ini mampu melesat. Pondasi yang baik membuat industri ini tinggal melanjutkan dan menyempurnakan dari program yang sebelumnya ada.

“Kita ketahui lima tahun belakangan ini, indonesia banyak menjadi tuan rumah dari sejumlah event internasional. Ini membuat perhatian dunia banyak tertuju ke Indonesia, dari liputan penyelenggaraan event internasional,” jelasnya. Menurut dia, strategi ini sudah baik dan harus di teruskan, karena dunia telah memandang industri pariwisata kali ini ada di seluruh indonesia.

“Ini menjadi kesempatan bagi pariwisata indonesia, bahkan pelaku pariwisata seperti ASITA untuk memperkuat diri, bekerjasama dengan industri pendukung”, jelas mantan Wakil Ketua Umum KADIN periode 2013-2020. Secara khusus dalam menyikapi pesta demokrasi pada 2024, ia menghimbau agar masyarakat dapat menciptakan rasa aman sehingga tidak menimbulkan gangguan bagi wisatawan baik dari luar negeri dan dalam negeri untuk dapat berwisata ke daerah-daerah.

“Jadi dengan menciptakan rasa aman, saya kira itu tidak ada masalah terhadap pariwisata tentunya dengan harapan pariwisata indonesia akan menjadi lima besar pariwisata dunia,” pungkas Putri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini