Jakarta

Eksposisi News – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Negara Bagian Berlin bersama-sama menjalankan proyek “Smart Change – Pengembangan Tata Kelola Perkotaan, Kesejahteraan, dan Inovasi di Jakarta”. Proyek ini didanai oleh Uni Eropa. Kerja sama ini dilakukan dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan solusi inovatif untuk perancangan kota yang berkelanjutan. Proyek ini akan melibatkan kolaborasi pemangku kepentingan dari berbagai macam bidang untuk berbagi pandangan dan ide dalam mewujudkan kota yang sejahtera dan inovatif.

Salah satunya, guna menjamin kualitas kehidupan di area perkotaan, pemerintah kota membutuhkan keluasan data dari masyarakat, pelayanan publik, prasarana serta sektor industri di kota. Namun, pengelolaan dan analisa data untuk menyelidiki tantangan saat ini dan solusi baru untuk kota pintar menyisakan tugas yang berkelanjutan bagi setiap pemerintahan.

“Data telah menjadi aspek penting dalam pengembangan inovasi di Kota-Kota Pintar yang berada seluruh dunia. Secara khusus, kerja sama antara Jakarta – Berlin diharapkan dapat mendorong tata pemerintahan yang baik dan pembangunan kota yang berkelanjutan di Jakarta, kerja sama ini tentunya didukung oleh Uni Eropa melalui pelaksanaan proyek “Smart Change,” kata Kariem El-Ali, Senior Policy Advisor di DKI Jakarta, Smart City Unit didukung oleh kerjasama pembangunan Jerman.

Kota Jakarta telah berhasil mengembangkan data perkotaan melalui Unit Jakarta Smart City, sebagai bagian dari Departemen Informasi Komunikasi dan Teknologi. Keinginan atas kolaborasi pintar dengan masyarakat akan difasilitasi melalui pengumpulan data dan akses dalam pendekatan terbuka maupun tertutup.

“Tujuan kami mentransformasikan Jakarta menjadi Kota Pintar adalah demi kebahagiaan masyarakat. Dengan membangun ekosistem kota pintar 4.0, Jakarta Smart City memiliki landasan yang kokoh untuk memastikan bahwa setiap produk dan layanan berorientasi pada hasil yang akan dicapai. Mewujudkan kolaborasi antar co-creator yaitu warga, akademisi, media, industri/bisnis/investor, dan sektor lainnya dengan collaborator yaitu Pemerintah, untuk dapat mewujudkan visi dan misi dalam menyelesaikan permasalahan kota dan memenuhi kebutuhan warganya,” ungkap Yudhistira Nugraha, D.Phil, Director at Jakarta Smart City

Melalui Smart Change Conference 2020 – Urban Data, proyek ini mengajak pemerintah, pemangku kepentingan perkotaan (masyarakat sipil, akademisi, industri) serta otoritas publik internasional untuk berdiskusi dan bertukar solusi terbaik untuk mengembangkan lebih jauh pengelolaan data sebagai sebuah bagian dari tata laksana pemerintahan yang baik secara utuh dalam perspektif indikator kota pintar yang dimiliki kota Jakarta – Smart Government, Smart People, Smart Economy, Smart Mobility, Smart Living, Smart Environment dan Smart Branding.

Konferensi ini akan memperkenalkan tantangan data perkotaan dan mengundang ahli internasional untuk mendiskusikan implementasi dan kesempatan kolaborasi di Jakarta.  Sejumlah kegiatan dilakukan diantaranya pertukaran antara para pembuat kebijakan dan praktisi di lintas sektoral. Kedua, menyampaikan strategi pendekatan kota Jakarta dalam tata kelola kota pintar, yang berfokus pada pengelolaan data. Ketiga, memperkenalkan tantangan data perkotaan di Jakarta yang berkaitan dengan enam dimensi smart city dan prinsip city 4.0. Keempat, menyajikan solusi data perkotaan yang telah diimplementasikan secara internasional. Kelima, memberikan kesempatan kota Jakarta dan pejabat publik kota untuk mendapatkan akses pengetahuan dari ahli internasional dalam kaitan pembuatan kebijakan perkotaan yang berkelanjutan, memungkinkan interaksi langsung antara peserta konferensi dan para pembicara dan Keenam, memperlebar visibilitas proyek Smart Change, mempresentasikan hasil awal dari analisa status quo, mempromosikan kegiatan lain dari proyek kolaborasi selanjutnya antara Berlin, Jakarta, dan Bangkok

“Jakarta menerapkan “Kerangka Kerja Kota 4.0”, di mana kota ini menjadi platform kesatuan yang memungkinkan terjadinya sebuah kolaborasi industri antar sektor swasta dan instansi umum dalam berbagi data, mengembangkan wawasan, dan lebih meningkatkan layanan publiknya untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Melalui transformasi digital ini, kita bersama-sama dapat mengubah kebiasaan hidup masyarakat dan tata bekerja di mana pun di dunia,” tutup Kariem El-Ali, Senior Policy Advisor di DKI Jakarta, Smart City Unit didukung oleh kerjasama pembangunan Jerman.

Konferensi daring ini mengajak partisipasi dari pemerintah, pemangku kebijakan perkotaan seperti organisasi masyarakat, akademisi, dan industri serta otoritas publik internasional yang memiliki perhatian pada tata kelola kota pintar, terutama pada pengelolaan data untuk layanan publik dan data masyarakat seperti data kemiskinan dan data pekerjaan, infrastruktur di bidang kesehatan, transportasi, energi, air, pengelolaan limbah, dan pendidikan.

“Kami berharap dari berbagai diskusi dan pembicaraan inspiratif yang telah disampaikan oleh tokoh lokal dengan tantangannya tersendiri, bersama pejabat kota dan jaringan internasional dapat memungkinkannya kolaborasi pintar untuk Jakarta. Adapun harapan kami untuk berkolaborasi dengan semua pembicara inspiratif yang telah memberikan paparan inklusif terkait kota pintar dan inovasi perkotaan,” tutur Helen Franke, Project Manager Smart Change Jakarta, Berlin Senate Department for Economics, Energy, and Public Enterprises

Semenjak awal kerjasama pada tahun 1994, Jakarta dan Berlin hanya fokus pada kultur dan olahraga semata. Pada tahun 2016, fokus tersebut berpindah menjadi menghubungkan ekosistem rintisannya. Melalui program ”Ahli untuk kemitraan kota seluruh dunia” oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Kariem El-Ali sebagai Ahli Integrasi dari Berlin telah diperbantukan untuk bekerja dengan pemerintahan DKI Jakarta sebagai Senior Policy Advisor pada 2019 untuk mendukung kerjasama ini. Kegiatan bersama yang diinisiasi oleh Jakarta dan Berlin ini didukung oleh kerjasama pembangunan Jerman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here