Tingkat inflasi tahunan Indonesia pada bulan Juni turun menjadi 3,52%, menetap di kisaran target bank sentral untuk bulan kedua berturut-turut, menurut data dari biro statistik pada hari Senin (3 Juli 2023).

Inflasi utama turun ke level terendah sejak April 2022 dan berada di bawah 3,64% yang diharapkan dalam jajak pendapat Reuters dan di bawah 4,00% yang terlihat di bulan Mei.

Inflasi ini berangsur-angsur mereda sejak mencapai puncaknya September lalu sebesar 6%, karena BI menaikkan suku bunga sebanyak 225 basis poin antara Agustus dan Januari untuk mengendalikan harga.

Tingkat headline mencapai ujung atas kisaran target Bank Indonesia (BI) 2% hingga 4% lebih awal dari yang diharapkan pada bulan Mei dan memicu spekulasi bahwa BI akan segera mulai menurunkan suku bunga kebijakan.

Tarif transportasi, harga makanan dan sewa naik pada bulan Juni, Pudji Ismartini, wakil kepala BPS, mengatakan dalam konferensi pers Sementara itu, harga telekomunikasi dan beberapa jasa keuangan menurun.

Tingkat inflasi inti, yang mengecualikan harga pangan, turun menjadi 2,58% di bulan Juni dari 2,66% di bulan sebelumnya. Jajak pendapat memperkirakan inflasi inti sebesar 2,64%.

Bank Indonesia dalam pertemuan kebijakan di bulan Juni, memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga utama tidak berubah. Ini merupakan langkah yang sama dalam lima kali pertemuan berturut-turut dan mengatakan akan fokus pada menjaga nilai tukar rupiah stabil di tengah ketidakpastian global.

Setidaknya BI memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga sebesar 50 bps di tahun ini, setidaknya di akhir kuartal ketiga. Bank Sentral diyakini akan mulai menjadi lebih dovish meskipun mereka melanjutkan sikap stabilitas kebijakan moneter tahun ini. Bank sentral diperkirakan akan mulai melonggarkan suku bunga kebijakan pada Agustus atau September.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini