Harga Emas

EksposisiNews, Jakarta – Harga emas melemah pada perdagangan di hari Selasa (21/09/2021) karena investor yang berhati-hati bersiap untuk menyimak panduan Federal Reserve AS tentang pengurangan aset dan kenaikan suku bunga, sementara sentimen risk-off yang dipicu oleh krisis utang China Evergrande membatasi kerugian pada logam safe-haven. Pada perdagangan emas di pasar spot, harganya turun tipis 0,2% menjadi $1.760,80 per troy ons pada 13:45 WIB, sementara emas di bursa berjangka AS datar saja di $1.762,10.

Bullion sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang kemungkinan dihasilkan dari stimulus yang meluas. Langkah hawkish The Fed akan mengurangi daya tarik emas, sementara kenaikan suku bunga pada akhirnya juga akan meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa bunga.

Dalam jangka panjang, harga emas masih condong ke bawah karena kita akan terus melihat Fed ingin mendorong ke arah normalisasi kebijakan moneter, yang biasanya bukan lingkungan yang baik untuk emas. The Fed kemungkinan akan memberikan pandangan tentang seberapa cepat dan seberapa sering mereka berpikir ekonomi akan membutuhkan kenaikan suku bunga selama tiga tahun ke depan pada pertemuan kebijakan mereka pada hari Rabu.

Sebelumnya, harga emas pulih pada hari Senin dari level terendah lebih dari satu bulan di $1.741,86 karena kekhawatiran atas dampak dari masalah solvabilitas pengembang properti Evergrande menakuti pasar saham di seluruh dunia dan mendorong investor ke aset safe-haven.

Situasi Evergrande akan mempengaruhi respon pasar, emas dapat terus menemukan pembeli safe-haven, atau minat beli dapat menguap jika pemerintah China menenangkan saraf ketika kembali bekerja besok setelah usai liburan.

Harga emas di pasar spot dapat menguji $1.744, dimana perlu dicermati bahwa penembusan di bawahnya dapat menyebabkan penurunan ke $1.724.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here