Indeks bursa saham utama di Wall Street berakhir turun tajam pada perdagangan di hari Jumat  (21/01/2022) karena saham Netflix jatuh setelah laporan pendapatan yang lemah, menutup minggu yang brutal untuk perdagangan saham di bursa S&P 500 dan Nasdaq dengan mencatat penurunan secara persentase mingguan terbesar sejak awal pandemi pada Maret 2020. Indek S&P 500 membukukan penurunan selama tiga minggu berturut-turut, berakhir turun 8,3% dari rekor tertinggi awal Januari.

Penurunan juga memperdalam koreksi indek Nasdaq setelah saham-saham teknologi kelas berat awal pekan ini mengkonfirmasi penurunan itu. Indek ditutup turun lebih dari 10% dari puncak November. Nasdaq sekarang telah jatuh 14,3% dari puncak November dan pada hari Jumat ditutup pada level terendah sejak Juni.

Saham Netflix jatuh 21,8%, membebani S&P 500 dan Nasdaq, setelah raksasa streaming itu memperkirakan pertumbuhan pelanggan yang lemah. Saham pesaingnya, Walt Disney terpaksa turun 6,9% juga, menyeret Dow Jones ke zona merah, sementara Roku juga turun 9,1%.

Dow Jones turun 450,02 poin, atau 1,3%, ke 34.265,37, S&P 500 kehilangan 84,79 poin, atau 1,89%, menjadi 4.397,94 dan Nasdaq turun 385,10 poin, atau 2,72%, menjadi 13.768,92. Untuk minggu ini, S&P 500 turun 5,7%, Dow turun 4,6% dan Nasdaq turun 7,6%. Dow jatuh untuk sesi keenam berturut-turut, tercatat sebagai penurunan harian terpanjang sejak Februari 2020. S&P 500 ditutup di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, level teknis utama, untuk pertama kalinya sejak Juni 2020.

Ini benar-benar merupakan kelanjutan dari penurunan saham-saham teknologi, dimana kombinasi dari rotasi saham-saham teknologi serta angka-angka yang sangat buruk dari Netflix menjadi katalis sentiment negatif perdagangan di akhir pekan ini.

Bursa saham mengawali perdagangan di tahun 2022 dengan kondisi yang sulit, karena kenaikan imbal hasil Obligasi AS yang sangat cepat di tengah kekhawatiran Federal Reserve akan menjadi agresif dalam mengendalikan inflasi yang terutama memukul saham teknologi dan pertumbuhan.

Investor sangat fokus pada pertemuan Fed minggu depan untuk kejelasan lebih lanjut tentang rencana bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang, setelah data pekan lalu menunjukkan harga konsumen AS pada bulan Desember mengalami kenaikan tahunan terbesar dalam hampir empat dekade.

Pada minggu selanjutnya, pelaku pasar akan memperhatikan agenda pertemuan bank sentral AS serta kelanjutan dari laporan keuangan sejumlah emiten lainnya. Ada kekhawatiran yang muncul akibat sejumlah laporan yang diperkirakan akan mengecewakan.  Apple, Tesla dan Microsoft adalah sejumlah emiten besar yang akan melakukan paparan keuangan di minggu depan, ini akan menjadi salah satu minggu yang sibuk bagi pelaku pasar.

Saham-saham yang turun lebih banyak dibandingkan yang naik di NYSE. Perbandingannya mencapai 4,26 banding 1; di Nasdaq sendiri perbandingannya adalah 4,34 banding 1 sehingga memperkuat sentimen turun. Sejauh ini, S&P 500 membukukan lima posisi tertinggi baru dalam 52-minggu dan 24 terendah baru; Nasdaq mencatat 13 tertinggi baru dan 1.029 terendah baru. Sekitar 14,6 miliar saham telah berpindah tangan di bursa saham AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 10,4 miliar selama 20 sesi terakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here