Pembukaan Gebyar Budaya Tradisional pada Sabtu (02/12/2023) di Kayu Putih, Jakarta Timur.

Seni Budaya Betawi mendapatkan tantangan dari modernisasi dan kemajuan jaman. Untuk melerstarikan warisan leluhur ini, Perguruan Silat Inti Raga Silibet bersama dengan Asosiasi Ondel-ondel Indonesia mempersembahkan “Gelar Budaya Tradisional” pada Sabtu (02/12/2023) di Jakarta Timur.

Kemeriahan acara yang digelar sejak pagi hingga malam ini mempertunjukkan sejumlah atraksi seni khas Betawi. Karnaval budaya dilakukan dengan mengarak tak kurang 30 pasang ondel-ondel di sekitaran Kayu Putih, Jakarta Timur. Kemudian atraksi Palang Pintu sebelum secara resmi pagelaran seni budaya Betawi ini dibuka oleh  Kasudin Kebudayaan Jakarta Timur, Berkah Shadaya, bersama dengan Wakil Camat Pulogadung, Agus Purwanto didampingi para tokoh masyarakat penggiat Seni dan budaya Betawi.

Ramdani, pendiri Perguruan Silat Inti Raga Silibet menyatakan bahwa sejak perguruan ini didirikan pada 2009, kami selalu mengikuti perkembangan jaman. Kami menyadari bahwa seni silat tradisional sebagai salah satu budaya Betawi perlu dilestarikan agar bisa diteruskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Begitu juga dengan kesenian Ondel-ondel yang notabene menjadi ciri khas budaya Betawi. Oleh sebab itu, dalam tiga tahun terakhir, kami menyelenggarakan kegiatan Gebyar Budaya Tradisional.

Dijelaskan olehnya bahwa pada penyelenggaraan kali ini, sekaligus merayakan keberadaan PS Inti Raga Silibet cabang Kayuputih yang kelima dan setahun berdirinya Asosiasi Ondel-ondel Indonesia. Dalam kegiatan ini juga dilakukan bazaar dengan melibatkan puluhan UMKM. Mereka menggelar berbagai produk yang banyak diminati masyarakat.

Dani Silibet, panggilan akrabnya menyatakan bahwa pelestarian beragam jenis seni budaya Betawi hingga kini masih terus di dorong oleh para penggiat seni untuk menjaga kelestariannya, termasuk dari para pesilat-pesilat tradisional, sebagaimana dilakukan oleh PS Inti Raga Silibet. Ia menegaskan bahwa pada setiap kegiatan yang dilakukan terkait dengan seni budaya Betawi oleh perguruannya, tidak luput untuk memberikan pembelajaran tentang ahlak. Baginya, soal ahlak ini menjadi pondasi penting dalam pengembangan karakter generasi saat ini.

Gebyar Budaya Tradisional (GEBUT), kali ini mengambil tema “Berbenah dalam Wadah”, sebagai pengambaran filosifis bahwa kegiatan seni budaya saat ini perlu melakukan sejumlah pembenahan dan perbaikan-perbaikan baik secara internal dan eksternal. Menurut Dani, lewat GEBUT ini agar di kemudian hari, seni dan budaya Betawi ini bisa lebih memasyarakat dan dapat diterima secara luas sehingga upaya pelestariannya akan tercapai, ditengah perkembangan dan perubahan zaman dari waktu-ke waktu.

PS Inti Raga Silibet sendiri berpusat di Pancoran Jakarta Selatan, cabang Kayu Putih ini merupakan yang kedua. Ada juga cabang-cabang lain, termasuk cabang khusus di PT. Nur Aires Utama, Cipinang bagi para tenaga pengamanan.

Menurut Dani, ia mendirikan perguruan ini setelah sekian waktu menimba ilmu di lima perguruan silat lainnya. Guru – gurunya berpesan agar dia mendirikan perguruan sendiri. Akhirnya dia menciptakan gerakan atau jurus-jurus baru sebagai hasil kreasinya. Setelah melewati ujian dari para gurunya, ia dinyatakan mumpuni untuk mendirikan sebuah perguruan sendiri.

Berdirilah PS. Inti Raga Silibet pada 2009, dengan makna bahwa Inti merupakan hati, Raga adalah badan dan Silibet adalah akronim dari gerakan jurus yang menjadi ciri perguruan mereka, Silat, Lipet dan Sabet. Dalam satu kesatuan makna bahwa hati dan raga menjadi satu dalam gerakan silat.  

Dalam proses pengajarannya, menurut Dani para murid dikenalkan dengan gerakan atau jurus-jurus dalam tahapan-tahapan yang lebih praktis. Ia menambahkan bahwa situasi saat ini, tentu berbeda dengan lingkungan saat ketika dia menimba ilmu silat dimana perlu berbulan-bulan untuk hanya mempelajari sebuah jurus.

Diakui olehnya bahwa di perguruan ini, setidaknya ada tiga tujuan diselenggarakannya silat. Pertama untuk olah-raga, demi meningkatkan kebugaran, ketahanan tubuh dan kesehatan. Kedua, sebagai sebuah seni budaya, yakni hasil olah karsa leluhur yang dipadukan dengan kearifan local dalam hal ini budaya Betawi dan ketiga untuk tujuan prestasi, dimana para murid dapat mengikuti ajang perlombaan baik ditingkat regional hingga internasional.

Meski bisa dikatakan masih muda dibandingkan perguruan silat lainnya, namun  murid-murid perguruan ini telah menorehkan sejumlah prestasi. Sejumlah medali emas telah diraih dalam kejuaraan silat pada berbagai tingkatan. Bahkan Perguruan ini telah mendapat pengakuan secara internasional, pada sejumlah eksibisi yang dijalani hingga ke sejumlah negara sejak 2017. Dalam kegiatan Pertukaran Budaya yang digelar di Singapura, bahkan PS Inti Raga Silabet di undang langsung oleh Perdana Menteri Singapura pada 2023 bersama kegiatan seni Palang Pintu, jelas Dani.

Pada setiap kegiatan Gebyar Budaya Tradisional, yang telah digelar untuk ketiga kalinya ini, selalu melibatkan sejumlah pihak. Selain menggelar kesenian, yang juga merupakan pengembangan aktifitas dari para murid di perguruan silatnya, seperti seni Palang Pintu, Lenong dan sebaginya, termasuk juga kegiatan usaha mikro. Tak heran dalam setiap gelaran budaya ini akan ramai dengan stan-stan yang menjual aneka kebutuhan.

PS. Inti Raga Silibet memang berkembang sedemikian rupa, bukan hanya sebuah perguruan silat belaka namun menjadi sebuah sanggar seni budaya sekaligus juga inkubator kegiatan ekonomi makro. Kedepannya, Dani ingin membangun sebuah galeri yang bisa menampilkan karya-karya para murid-muridnya ini.

Menanggapi pandangan bahwa saat ini ada deskralisasi pada seni Ondel-ondel, Dani menyatakan bahwa ini menjadi tanggung jawab bersama para pemerhati, penggiat dan masyarakat Betawi secara luas. Bahwa Ondel-ondel yang semula merupakan seni adi luhung, dari masyarakat Betawi, mengalami pergeseran yang mengarah pada berkurangnya nilai-nilai sacral kesenian ini. Fenomena ini tercermin dari maraknya penggunaan Ondel-ondel untuk kegiatan mengemis di jalan-jalan.

Dani menjelaskan bahwa secara umum, Ondel-ondel tersebut masih dapat digolongkan kedalam seni pertunjukan walaupun dipertontonkan dengan berkeliling kampung, apabila masih menggunakan alat musik, dan melakukan atraksi-atraksi. Namun hanya akan menjadi media mengemis, apabila Ondel-ondel tersebut dibawa berkeliling dengan hanya menggunakan musik dari soundsystem dan berharap belas kasih masyarakat.

Dengan menggunakan momentum Gebut ini, ia mengajak semua pihak termasuk berbagai sanggar yang ada, baik yang lama ataupun yang baru muncul agar dapat membantu berbenah dan menjaga seni budaya Betawi ini menjadi semakin baik dan bisa lestari. Baik dari segi berkeseniannya, hingga hal-hal pengelolaan sebuah sanggar yang lebih baik dan modern.

Ia juga berharap dengan beragam kegiatan yang dilakukan oleh perguruannya, dan penghargaan skala internasional yang telah diraih, membuka kesempatan lebih luas untuk terlibat pada kegiatan atau pementasan seni budaya dari Pemerintah DKI Jakarta serta Pemerintah Pusat. Menurutnya, ini akan menjadi dukungan yang berarti bagi upaya pelestarian seni budaya tradisional, khususnya dari Betawi. Pun demikian, Dani menegaskan bahwa PS Inti Raga Silibet akan tetap berpegang teguh pada azas-azas budaya betawi dan tidak ingin masuk atau dimasuki oleh unsur-unsur yang politik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini