EksposisiNews – Indonesia dan dunia secara global sedang mengalami Pandemi Covid-19 yang menyebabkan begitu banyak pengangguran dan kemiskinan. Apalagi, dengan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level empat diperpanjang sampai 16 Agustus 2021. Untuk itu, Forum Kader Bela Negara (FKBN),  Perkumpulan 234 Siliwangi Complex dan Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) mendirikan posko bantuan sosial (bansos) untuk disabilitas. Sebuah kelompok masyarakat yang paling terdampak Pandemi Covid-19.

“Kami dari tiga ormas, yakni Forum Kader Bela Negara, Perkumpulan 234 Siliwangi Complex dan Dewan Ekonomi Indonesia Timur, sudah mendirikan posko bansos untuk disabilitas, “ kata Boyke Djohan, Ketua Pelaksana Pembagian Bansos untuk Disabilitas, kepada wartawan, di Posko Bansos untuk Disabilitas Jl. Gunawarman No. 75, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/8/2021).

Lebih lanjut, Boyke menerangkan pendirian posko bansos untuk disabilitas. “Disabilitas adalah sebuah kelompok masyarakat yang paling terdampak Pandemi Covid-19, “ tegas Wakil Kepala Badan Koordinator Pusat Forum Kader Bela Negara, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perkumpulan 234 Siliwangi Complex, Ketua Bidang Kelembagaan dan Media Dewan Ekonomi Indonesia Timur, dan Ketua Umum Golden Tiger Taekwondo Club.

Menurut Boyke, Bank Sahabat Sampoerna sudah merencanakan untuk membagikan sembako. “Kami sangat gembira dan menyambut baik Bank Sahabat Sampoerna yang sudah bersedia  untuk berbagi sembako dan kami siap menyalurkannya kepada para disabilitas,” ungkapnya mantap.

Boyke menyatakan pihaknya siap berperan serta membantu pemerintah untuk mengurangi dampak terjadinya pandemi Covid-19. “Kami mengobservasi kaum disabilitas yang ternyata kurang mendapat perhatian dari masyarakat, sehingga kami mengetuk hati para donator untuk

memberikan perhatian kepada mereka melalui panti-panti disabilitas yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia, “ bebernya.

Pihaknya, kata Boyke lagi, mengetuk hati para dermawan agar mau berbagi untuk rakyat Indonesia terutama untuk kaum disabilitas karena para donator mereka sudah mulai mengurangi jumlah sumbangan dan bahkanmungkin sudah tidak bisa lagi menjadi donator tetap. “Kami sudah mengunjungi dan melihat sendiri kondisi kaum disabilitas di sekitar Jakarta dimana mereka ternyata belum maksimal mendapatkan bansos, “ paparnya.

Boyke juga mengundang para sukarelawan untuk bergabung bersama di posko bansos untuk disabilitas. “Kami mengajak semua komponen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menjalankan apa yang diarahkan oleh Presiden RI dalam rangka percepatan pendistribusian bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, “ tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here