EksposisiNews – Perjalanan Bayu Skak Si Pecel Boy sejak 2018 ketika kelas 3 SMA mendirikan Yowis Ben bersama Doni, Nando, dan Yayan, masih terus berlanjut dengan karakter yang lebih dewasa, masalah yang lebih kompleks. Setelah satu tahun ditunda karena pandemi Covid-19, akhirnya film Yowis Ben 3 akan dirilis.

Film Yowis Ben 3; Karakter Lebih Dewasa, Masalah Lebih Kompleks 1

“Setelah tertunda setahun, akhirnya film ini rilis. Semoga film ini bisa menghibur rakyat Indonesia yang sudah lelah karena pandemi, tapi harus tetap tidak melupakan prokes,” kata Penulis Skenario dan Sutradara Fajar Nugros, dalam Gala Premiere film ‘Yowis Ben 3’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/11/2021).

Lebih lanjut, Fajar menerangkan, meski menjalankan produksi selama pandemi bahkan berpindah kota dari Solo, Surabaya, Malang, hingga Banyuwangi, semua tetap dikerjakan sesuai prokes. Bagi dia, meski produksi dijalankan dalam keadaan sangat prihatin, hasilnya tidak boleh seadanya.

“Dalam keadaan yang sangat prihatin tapi berkat Starvision semua prokes tetap terjaga dari kota ke kota. Kami tidak menjadikan pandemi sebagai excuse, kita total bikin tiga panggung, di mana dua di antaranya adalah panggung besar dan banyak ekstras yang kita tes satu per satu,” terang Fajar.

Band bernama Yowis Ben dalam film ini, masih terus ingin mengejar kesuksesan mereka dalam hal bermusik. Seri film ketiga ini menceritakan semua usaha yang mereka lakukan agar sukses, dengan masalah keluarga yang dijadikan semangat oleh mereka.

Baik Bayu, Doni, Nando, dan Yayan, mulai terpecah fokus karena masalahnya masing-masing. Tapi apakah Yowis Ben bisa menyadari bahwa masalah yang mereka hadapi adalah loncatan untuk meningkatkan kualitas diri? Semua akan terjawab dalam film ini.

“Alhamdulillah, saya bersyukur. Akhirnya bisa tayang dan bisa gala premiere. Karya ini dibikin waktu pandemi dengan lika-liku sangat rumit dan kami pastikan karya kami ini maksimal,” ucap Bayu Skak dalam kesempatan yang sama.

Menurut Bayu Skak, ia dan karakter pemain lainnya kini lebih dewasa.

“Kalau dulu kami adalah anak yang pengin eksis dengan sekelilingnya, pengin dikenal cewek-cewek, Yowis Ben 3 ini semakin kompleks banget. Karena kami masing-masing punya masalah keluarga sendiri,” ungkap Bayu Skak mantap.

Dengan situasi para anggota band Yowis Ben yang naik level, kegiatan manggung pun berubah maknanya. Mereka pun tidak bisa hanya memahami ego masing-masing, tetapi juga ego sekelilingnya.

“Yowis Ben bertumbuh bersama penontonnya deh pokoknya,” kata Joshua Suherman menambahkan.

Bayu Skak menyampaikan, sejak awal menulis kisah Yowis Ben dan membawanya menjadi film, ia dan tim produksi berpikir untuk menyajikan sesuatu yang tidak jauh dari kehidupan masyarakat. Maka itu, konflik yang dihadirkan adalah konflik keseharian dan tidak rumit.

“Relate dengan realitas masyarakat,” ucap Joshua Suherman menimpali.

Bayu Skak mengaku bahagia melihat antusias penonton dalam gala premiere ini. “Di awal kami berpikir di pandemi ini rilis film enggak semeriah dulu-dulu, ternyata ketika kami nonton ini situasi begini, wah enggak kalah juga ramainya. Senang sih,” pungkas Bayu Skak sumringah.

Yowis Ben 3 akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 25 November 2021 mendatang. Lika-liku dan nasib band mereka kini diperkaya dengan permasalahan pribadi dari masing-masing anggota. Yang tak kalah menarik Yowis Ben 3 kehadiran Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang ikut berakting bersama para pemain. Sebuah film yang merupakan hiburan lengkap yang mengajak penontonnya tertawa, namun juga mengajak introspeksi diri. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here