Lagi, sebuah film yang berkisah tentang penderita kanker, yakni film Kartu Pos Wini. Sebuah film yang diadaptasi dari cerita yang dimuat di kanal digital KanyaID oleh penulis asal Yogyakarta, Ruwi Meyta.

“Film Kartu Pos Wini ini mewakili problem kita kebanyakan, problem keinginan atau harapan yang sering dipatahkan oleh keadaan,” kata Aris Muda, Produser Sinemata yang juga menulis skenario film ‘Kartu Pos Wini’ saat acara ‘Diskusi Film dan Kanker serta Rilis Teaser dan Poster Film ‘Kartu Pos Wini’ di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Lebih lanjut, Aris menerangkan perihal film tersebut. “Kita ingin menggambarkan kanker tapi bukan dari sisi kesedihan dan air mata. Kita nggak jual air mata, “ terangnya.

Menurut Aris, Sinemata layak mengangkat cerita relasi antar-manusia yang sebenarnya sederhana tapi sering kehilangan makna. “Kadang ketidakpedulian melemahkan sifat-sifat kemanusiaan, ketidakpedulian terhadap penderita kanker, terhadap mereka yang berharap memperpanjang usia karena kanker, sering bukan menjadi problem mereka-mereka yang sehat jasmaninya,” tandasnya.

Sedangkan, sutradara Tarmizi Abka menyampaikan dirinya langsung tertarik ketika membaca cerita yang ditulis oleh Ruwi karena mengisahkan tentang kemanusiaan. “Saya tertarik karena soal kemanusiaan tinggi,” ungkapnya mantap.

 “Jadi, apapun yang terjadi harus syuting dan dengan berbagai macam waktu yang mepet akhirnya kita mulai syuting dengan pemain yang sudah punya nama,” imbuhnya.

Selain itu, karena waktu yang mepet Tarmizi Abka juga harus melibatkan banyak kru produksi dalam film ini.

Menurut Tarmizi, tantangan yang dirasakannya adalah syuting kali ini cukup memakan waktu lantaran terhambat kondisi pandemi Covid-19 dan cuaca. Oleh karena itu, Tarmizi mengaku, ada banyak adegan dalam film Kartu Pos Wini yang belum sempat diambil.

“Proses kreatif yang memang melibatkan orang banyak sehingga dalam kondisi sekarang yang pendemi Covid-19, lalu keburu musim hujan jadi kepending beberapa scene. Jadi, baru sedikit teaser yang diputar,” ujarnya.

Adapun, artis cilik Keiko Ananta pemeran Wini mengatakan, ia sangat senang bisa bermain dalam film ini. “Aku senang banget, ceritanya bagus banget. Teman-teman nanti nonton ya filmnya,” ujarnya berbinar-binar.

‘Kartu Pos Wini’ berkisah tentang cewek milenial yang termakan idealisme dan kekerasan hatinya. Termasuk terobsesi punya cita-cita sebagai staf kantor pos. Ruth akhirnya menjadi staf kantor pos.

Pekerjaan ini membuatnya berjumpa dengan seorang anak penyandang leukemia, Wini. Dia menjadi penolong si anak. Makin intens drama kisah KPW ini ketika sahabat pena Ruth memberi hadiah kejutan, meluluskan proposal pengobatan ke Amsterdam, Belanda.

Selain isu tentang penyakit kanker, juga romansa. Kisah cinta Ruth dan Reza, sang sahabat pena seakan ingin mengembalikan ingatan cerita masa lalu remaja-remaja era 1980-1990an.

Sinemata merencanakan rilis film ‘Kartu Pos Wini’ pada tanggal 4 Februari 2022 bertepatan dengan Hari Kanker Sedunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here