Eksposisi News, Jakarta – A Quiet Place II, sebuah film ciamik yang mencekam dengan ketegangan yang membuat penasaran untuk menunggu hingga akhir cerita. Sesuai judulnya “tempat yang sepi”, film ini minim dengan dialog. Jadi kekuatan cerita dibangun dari gambaran dan aksi para pemainnya. Ini benar-benar menjadi sebuah tangangan dan kelas tersebdiri bagi film yang diharapkan bisa menjadi box office seperti prekuelnya.

Menyusul peristiwa mematikan di film pertama, keluarga Abbott sekarang harus menghadapi teror dunia luar saat mereka melanjutkan perjuangan mereka untuk bertahan hidup dalam keheningan. Mereka dipaksa untuk menjelajah ke tempat yang terpencil, meski dengan cepat akhirnya menyadari bahwa makhluk yang berburu dengan suara bukanlah hanya ancaman yang mengintai di luar jalur pasir.

Dari saat-saat pembukaanA Quiet Place II, keluarga yang tengah dalam pelarian ini harus mencari perlindungan. Di saat empati dan koneksi hampir lenyap dari dunia, para Abbott berusaha tidak hanya untuk melindungi masing-masing anggota keluarga dari ancaman suara tetapi juga berusaha menemukan harapan dalam keheningan menakutkan di sekitar mereka.

Masih dibintangi oleh Emily Blunt, Millicent Simmonds, Noah Jupe yang beradu akting dengan Cillian Murphy, sangat klop. Buat yang ketinggalan film pertamanya, tidak usah khawatir dengan jalinan ceritanya. Film ini dibuka dengan adegan flashback di film pertama dan dengan mudah menjadi jembatan cerita di film kedua.

Kesuksesan film A Quiet Place memberikan dorongan produksi sekuel yang lebih baik. Tentu saja dengan harapan alur ceritanya bisa ditingkatkan menjadi lebih baik. Awalnya memang sutradara dan pemilik cerita ini, John Krasinski tidak membayangkan bahwa film pertamanya yang dirilis pada 2018 akan mendapat respon yang bagus, sehingga saat itu hanya terpikir untuk membuat satu film saja tanpa ada sekuelnya.

“Awalnya, saya tidak berniat membuat sekuel film ini,” kata Krasinski. “Cerita itu tidak pernah dirancang untuk menjadi sebuah waralaba. Tapi kekuatan dunia yang kita ciptakan menjadi daya tarik untuk mempelajarinya lebih jauh, untuk melihat ke mana ia akan memimpin keluarga Abbott sebagai sebuah keluarga.”

Hal penting bagi Krasinski adalah jika dia ingin memperpanjang ceritanya, A Quiet Place Part II harus, seperti pendahulunya, lebih dari pengalaman sensorik visceral. Itu juga harus mendorong perjalanan keluarga ini menjadi lebih emosional ke depannya, menuju kemandirian dan komunitas.

“Setelah kesuksesan A Quiet Place, saya tahu akan ada ketertarikan lain, tetapi saya tidak ingin itu terjadi secara rekayas, harus organik. Jadi, saya bersedia kembali menjadi penulis dan mensutradarainya. Bagaimanapun juga, sejak awal saya yang memiliki ide tersebut di kepala saya, ”kenang Krasinski. “Idenya adalah tentang memperluas metafora tentang sikap orang tua untuk melihat seberapa jauh Anda dapat melakukannya, menjelajahi alam itu evolusi yang terjadi ketika anak-anak Anda meninggalkan rumah yang aman untuk pergi ke dunia luar.”

Paramount Pictures bekerja sama dengan Michael Bay, A Platinum Dunes Production/Sunday Night Production, dimana sutradara  dan penulis skenario masih dilakukan oleh John Krasinski. Produsernya adalah Michael Bay, Andrew Form, Brad Fuller dan John Krasinski. Produser eksekutif adalah Allyson Seeger, JoAnn Perritano, dan Aaron Janus.

“Setelah sambutan yang luar biasa untuk film pertama, kami semua merasa bahwa kami tidak ingin hanya membuat sekuel untuk demi mengejar kesuksesan aslinya,” jelas produser Brad Fuller. “John berasal dari tempat integritas artistik yang mengakar begitu dalam sehingga kami tahu kami tidak dapat membuat film lain kecuali dia terlibat dan kami tahu dia tidak akan terlibat kecuali dia sangat selaras dengan materi tersebut. Otaknya seperti orang aneh kunci kombinasi dan ketika diklik, itu benar-benar klik, dan itulah yang terjadi dengan ide ini.”

A Quiet Place II akan diputar mulai 26 Mei di jaringan Cinema 21. (Lukman Hqeem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here