Federal Reserve Naikkan Suku Bunga,

Eksposisinews, Jakarta – Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin pada hari Rabu, dan memberikan sinyalemen akan perlunya menekan inflasi yang meningkat setelah melewatkan kenaikan suku bunga pada bulan lalu.

Komite Pasar Terbuka Federal, FOMC, bagian penetapan suku bunga The Fed, menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 5,25% hingga 5,5%. “Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk terhadap prospek ekonomi,” kata The Fed dalam sebuah pernyataan.

The Fed kembali ke kenaikan suku bunga menyusul data terbaru yang menunjukkan bahwa ekonomi tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan pada kuartal pertama, pasar tenaga kerja yang mendingin di bulan Juni, dan inflasi yang melambat melampaui diperkirakan.

Data terbaru pada indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi, dan sangat dipantau ketat oleh Fed sebagai parameter yang lebih indikatif dari tekanan harga yang mendasarinya, naik 0,3% pada bulan Mei dari 0,4% dan melambat menjadi 4,6% pada basis tahunan dari 4,7% pada laporan sebelumnya.

Terkait inflasi yang masih berada di atas target 2% Fed, ada banyak perdebatan mengenai apakah tanda-tanda perlambatan tekanan harga baru-baru ini, atau disinflasi, dapat bertahan, atau mungkin hanya bersifat sementara.

Sebagian pihak menganggap kuatnya tekanan harga di sektor jasa yang mengalami inflasi yang didukung oleh pasar tenaga kerja yang masih kuat, di mana upah riil tahunan meningkat untuk pertama kalinya sejak Maret 2021, sebagai risiko kenaikan inflasi. Namun, pihak-pihak lain percaya bahwa disinflasi akan terus berlanjut, dan kemungkinan akan memaksa the Fed untuk menurunkan proyeksi inflasi.

Inflasi PCE inti berada di bawah proyeksi, Morgan Stanley mengatakan dalam sebuah catatan baru-baru ini, yang kemungkinan akan mengarah pada “penurunan proyeksi inflasi Fed pada pertemuan September.”

Perdebatan ini akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, dan mendorong ekspektasi mengenai apakah Fed akan menindaklanjuti proyeksinya, yang dirilis pada bulan Juni, untuk satu kali kenaikan lagi ketika kembali dari libur musim panas di bulan September.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini