Dolar AS Berjaya, Euro terseret krisis italia,

Eksposisinews – Euro terlihat gugup untuk melanjutkan upaya pemulihannya di hari Senin di tengah melemahnya dolar AS imbas yield obligasi AS yang juga mengalami penurunan. Sehingga, menguatnya mata uang bersama ini mampu mengangkat nilai tukar euro terhadap greenback mendekati level puncak intraday di sekitar 1,0930, di sesi awal pekan hingga penutupan sesi Asia.

Pemulihan euro terus berlanjut seiring dengan dolar AS yang kehilangan momentum dan mendorong indeks dolar kembali melanjutkan penurunan yang tercatat sejak dua sesi terakhir dan membuka peluang kembali terjun menembus ke bawah level 103,00, cepat atau lambat.

Koreksi Dolar ini juga mengikuti koreksi kecil imbal hasil obligasi AS untuk semua tenor. Sampai di sini, bagian pendek dari kurva yield obligasi terus bermain-main dengan ambang batas 5,0%, sementara yieild obligasi acuan 10 tahun berada di sekitar level yang terakhir terlihat pada November 2007 melewati 4,30%.

Dalam pandangan kebijakan moneter secara lebih luas, diskusi mengenai komitmen Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan yang lebih ketat untuk jangka panjang kembali mencuat. Fokus ini merupakan sebuah tanggapan terkait ketahanan ekonomi AS, bahkan dalam menghadapi melonggarnya pasar tenaga kerja AS dan data inflasi AS yang kembali menurun dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, perbedaan pendapat internal di antara anggota Dewan Bank Sentral Eropa (ECB) mengenai kelanjutan langkah-langkah pengetatan setelah periode musim panas telah muncul. Perbedaan pendapat ini kembali menjadi penyebab yang berdampak negatif pada Euro.

Ke depannya, para pelaku pasar saat ini diperkirakan menjadi lebih berhati-hati mengingat adanya Simposium Jackson Hole yang akan datang dan pidato oleh Ketua Jerome Powell pada paruh kedua minggu ini.

Dalam kalender ekonomi domestik, surplus Neraca Perdagangan wilayah euro saat ini melebar menjadi €35,84 miliar pada bulan Juni. Di AS, data Penjualan Rumah pada bulan Juli yang akan dirilis bersamaan dengan indeks manufaktur regional oleh Richmond Fed dan pidato oleh anggota Richmond Fed Thomas Barkin, Gubernur FOMC Michelle Bowman, dan Chicago Fed Austan Goolsbee akan memengaruhi nilai tukar dolar AS.

Melihat latar belakang ini, euro berpotensi berbalik arah dan melepas kenaikan yang dicapai di sesi awal pekan ini. Bahkan, bukan tidak mungkin nilai tukar euro terhadap dolar AS kembali menembus ke bawah level psikologis 1,9000. Jika ini terjadi, euro akan menuju level tengah 1.8050.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini