Emas
Eksposisinews – Harga emas sudah menunjukkan penurunannya perdagangan sesi pagi di Asia, tertekan oleh kenaikan yield obligasi AS. Logam mulia itu saat ini menuju ke atas ke level tertinggi dua minggu pada sesi kemarin dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan yang kecil.

Emas berjangka mencatat penurunan tipis 0,04%, menghantarkannya di harga $1,731,85. Pergerakan dolar yang berlawanan dengan emas, saat ini mendampingi emas dan mencatat penurunan.

Pada sesi kemarin, yield obligasi 10 tahun AS melamlpaui angka 1,75% untuk pertama kalinya dalam 14 bulan terakhir. Kenaikan yang dicapai pasca Federal Reserve AS berjanji untuk melihat inflasi masa lalu. Tidak sampai disitu, the fed juga berjanji akan mempertahankan suku bunga mendekati 0% setidaknya hingga akhir 2023, hasil pertemuan kebijakan the fed yang dirilis pada hari Rabu silam.

Sementara dari Jepang, Bank of Japan juga kembali mempertahankan kebijakan atas suku bunganya tidak berubah di 0,10% dalam pernyataan keputusan kebijakannya pada Jumat siang, waktu Tokyo.

Dari benua biru, Bank of England juga mempertahankan suku bunganya tidak berubah di 0,10% dalam pidato pengumuman ketua BoE pasca pertemuan kebijakan pada hari Kamis. Bank Sentral Eropa mengungkapkan masih membutuhkan waktu sebelum penerapan percepatan yang baru-baru ini disepakati dalam langkah pencetakan uang, ungkap Presiden ECB, Christine Lagarde pada hari yang sama.

Sementara itu, Swiss pada bulan Februari mengirim emas ke China daratan untuk pertama kalinya sejak September 2020, dengan pengiriman ke India dan Thailand juga berada pada level tertinggi multi-tahun.

Perdagangan logam mulia lainnya, paladium hanya bergerak moderat di harga $2.682,68 setelah naik lebih dari 7,3% ke level tertinggi sejak 28 Februari 2020, pada sesi Kamis. Sementara Perak turun 0,6% dan platinum turun 0,7%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here